Breaking News:

Banjir di Kota Bandung, Terjadi Genangan di 17 Titik, Ada yang Sampai 60 Cm Ketinggiannya

Akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari, sempat membuat sejumlah wilayah di Kota Bandung tergenang air

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar
ILUSTRASI: Banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari, sempat membuat sejumlah wilayah di Kota Bandung tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, tercatat ada 17 titik wilayah pemukiman yang terdampak. 

Rata-rata genangan yang terjadi diakibatkan tidak maksimalnya penampungan air seperti di Jalan Kopo Citarip, setinggi 10 cm, Jalan Pasirkoja tepatnya di depan Apotek Djaya setinggi 5 cm akibat aliran Sungai Citepus meluap, kemudian di Jalan Ibrahim Adjie setinggi 15 cm akibat saluran drainase tersumbat.

Genangan setinggi 15 cm juga terjadi Jalan Rumah Sakit simpang Soekarno Hatta Bandung, di Jalan Cingised tepatnya di Griya Caraka sampai Jalan Kav Geologi Barat setinggi 10 cm, akibat saluran tidak dapat menampung debit air. 

Genangan setinggi 5 cm hingga 15 cm terjadi di Jalan Rumah Sakit, Jalan Rancabolang tepatnya di Jalan pasantren, Jalan Margacinta depan Bunga Bakung, Pasar Induk Gedebage dan Jalan Cikutra Barat. 

"Genangan terjadi diantaranya karena saluran tidak mampu menampung debit air, sungai Cipamulihan meluap," ujar Kepala DPU Kota Bandung, Didi Riswandi, saat dikonfirmasi, Selasa (2/11/2021). 

Genangan juga terjadi di Jalan Setrawangi belakang Setrasari Mall, akibat saluran tidak dapat menampung air, kemudian genangan setinggi 20 cm terjadi di Jalan Tirtasari Selatan dan di Jalan Citepus Husein dan Komplek Gritama Cijerah akibat luapan sungai. 

Sedangkan di Jalan Babakan Cibereum terjadi banjir dengan ketinggian 60 cm akibatnya air masuk ke pemukiman warga.

Banjir berikutnya setinggi 60 cm terjadi Komplek Graha Indah dan Jalan Cimindi, tepatnya di depan Graha Indah Cimindi akibat luapan sungai. 

"Sebagian besar sudah surut," katanya. 

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah memprediksi cuaca ekstrem bakal terjadi di Kota Bandung dalam dua hari ke depan. 

Cuaca ekstrem itu disebabkan oleh dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas.

Baca juga: Angin Kencang di Sukabumi, Angkot yang Lagi Tunggu Penumpang Tertimpa Pohon Jeungjing

Baca juga: Banjir Bandang di Lembang, Aspal di Jalan Kolmas Mengelupas, Kemacetan Parah Sempat Terjadi

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved