Breaking News:

Pelaku Teror Bank Kuningan Ditangkap

Kronologi Penangkapan Pelaku Teror Bom, Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Kuningan

belum genap sebulan menjadi Kasat Reskrim Polres Kuningan, sosok AKP Muhammad Hafid Firmansyah berhasil mengungkap sekaligus menangkap pelaku teror

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Muhamad Hafid Firmansyah saat menyampaikan keterangan usai berhasil menangkap pelaku Teror Bom Bank 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Belum genap sebulan dari waktu kejadian aksi teror bom Bank di Kecamatan Ciawigebang, (22/10/2021) melalui Broadcast telepon pintar, petugas Polres Kuningan berhasil menangkap pelaku teror pesan bom.

"Untuk pemeriksaan terhadap pelaku itu sebenarnya pelaku itu sekaligus pelapor pertama bahwa ada teror bom. Laporan pertama masuk di Mapolsek Ciawigebang dan membuat sejumlah bank dilakukan penutupan sementara," kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Muhammad Hafid Firmansyah saat menyampaikan keterangannya kepada wartawan di Gedung Wira Satya Pratama di Mapolres setempat, Senin (1/11/2021).

Kasat Reskrim mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap ponsel dengan alat khusus dan sifatnya rahasia. Kemudian pemeriksaan juga dilakukan kepada beberapa saksi dan warga Iingkungan sekitar.

"Untuk pemeriksaan terhadap jaringan seluler itu sifatnya rahasia. Selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan kepada saksi lain di lingkungan tempat kejadian," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelaku Teror Bom Bank di Kuningan Ditangkap, Sempat Kirim Pesan Berantai

Baca juga: Anak Buah Prabowo di Kuningan Yakin Polisi Bisa Ungkap Kasus Teror Bom Bank di Ciawigebang

Kasat Reskrim Hafid juga menambahkan, modus pelaku dilakukan itu akibat terdesak oleh orang tuanya. Terlebih saat itu orang tua menanyakan uang kepada pelaku.

"Pengakuan pelaku melakukan aksi teror Bom Bank, karena terdesak ditanyakan sebelumnya masalah uang oleh orang tuanya. Namun tidak pikir panjang kejadian ini menjadi besar dan perhatian banyak kalangan, apalagi pemberitaan telah beredar di berbagai media," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, belum genap sebulan menjadi Kasat Reskrim Polres Kuningan, sosok AKP Muhammad Hafid Firmansyah berhasil mengungkap sekaligus menangkap pelaku teror bom Bank di Kecamatan Ciawigebang beberapa waktu lalu.

"Penangkapan terhadap pelaku teror bom Bank itu dilakukan pada Sabtu (30/10/2021), pada jam 03. 40 wib atau dini hari," ungkap Kasat Reskrim AKP Hafid saat memberikan keterangan terbuka kepada sejumlah wartawan di Gedung Wira Satya Pratama Mapolres setempat, Senin (1/11/2021).

Dia mengatakan dasar tindakan ini merunut pada Nomor Laporan Polisi : LP /A/ 201 / X / 2021 / SPKT.SAT RESKRIM / Polres Kuningan / Polda Jabar.

"Dalam laporan itu tentang, dugaan tindak pidana barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau pemerasan dan atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 27 Ayat 4 Jo Pasal 45.

Disamping itu, juga berdasar Ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang — undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik," ungkapnya.

Untuk tersangka, kata Kasat Reskrim yang akrab disapa Hafid ini mengemuka bahwa pelaku berinisial MN alias Mila Nurmikassri (31), yang juga penduduk Dusun Puhun Rt. 002 Rw. 004 Desa / Ciawigebang, Kuningan.

Tindakan tidak baik oleh pelaku itu telah melakukam perbuatan berupa terror BOM di wilayah Kecamatan Ciawgebanng dengan cara pelaku menelpon Costumer servis Bank Mandiri Unit Ciawgebang serta menyebarluaskan melalui pesan berantai. "Sebelum muncul kutipan pelaku dalam pesan berantai itu, pelaku memberitahukan bahwa “DI MANDIRI ADA BOM” setelah itu pelakupun menuliskan pesan singkat SMS yang berisikan “SELAMAT MENIKMATI KAMI SEGENAP ANGGOTA GERAKAN MERDEKA RAYA TELAH MENYIAPKAN BOM Di SELURUH BANK CIAWIGEBANG AKAN MELEDAK PADA PUKUL 11.00 WIB” yang pelaku kirim secara random atau acak ke kontak telfon milik pelaku menggunakan nomor 083166177419," ujarnya.

AKP Hafid mengatakan dimana atas perbuatan pelaku dengan adanya terror BOM tersebut menimbulkan kegaduhan di publik serta menjadi pemberitaan oleh berbagai media online karena pesan terror BOM yang dilakukan pelaku sudah viral. "Dari keberhasilan penangkapan itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit HP merk oppo A54 warna Biru, foto bukti sms yang dikirim dari nomor 083166177419. Kemudian foto bukti nomor 083166177419 pernah diregistrasi atau dipakai di HP milik pelaku," ujarnya.

Mengenai saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya sebanyak 4 orang karyawan Bank.

Reskrim Polres Kuningan yang melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku dan 2 orang saksi dari pihak Bank Mandiri unit Ciawigebang.

"Adapun pasal yang dilanggar  itu pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara setinggi — tingginya 10 (sepuluh) tahun dan   Pasal 27 Ayat 4 Jo Pasal 45 Ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang — undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama & (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,(satu milyar rupiah)," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved