Breaking News:

Kepala OJK Cirebon Ingtkan Korban Pinjol Segera Lapor Polisi Jika Mendapat Sejumlah Perlakukan Ini

Masyarakat yang terjebak pinjaman online (pinjol) ilegal diimbau segera melapor ke pihak berwajib.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala OJK Cirebon, M Fredly Nasution (kiri), saat konferensi pers di OJK Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (1/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Masyarakat yang terjebak pinjaman online (pinjol) ilegal diimbau segera melapor ke pihak berwajib.

Terutama saat terdapat dugaan tindak pidana seperti pemerasan dan pencemaran nama baik agar segera disampaikan ke kepolisian terdekat.

Kepala OJK Cirebon, M Fredly Nasution, mengatakan, aduan juga dapat disampaikan melalui https://patrolisiber.id, dan email info@cyber.polri.go.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan adua kepada Satgas Waspada Investasi melalui email waspadainvestasi@ojk.go.id.

Baca juga: Curahan Hati Korban Pinjol di Majalengka, Ungkap Harapan dan Soal Anjuran Melunasi Pinjaman Pokok

"Langkah tersebut dapat ditempuh bagi warga yang terlanjur terjabak pinjol ilegal dan menjadi korban tidak pidana pemerasan atau pencemaran nama baik," kata M Fredly Nasution saat ditemui di OJK Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (1/11/2021).

Ia mengatakan, sebelum memutuskan meminjam pada pinjaman online masyarakat diminta mengecek legalitas perusahaan melalui www.ojk.go.id, kontak OJK 157, atau whatsapp 081-157-157-157.

Hal tersebut sebagai antisipasi agar masyarakat terhindar dari pinjol ilegal dan dapat menggunakan layanan pinjol legal yang terdaftar di OJK.

Pihaknya mengakui, hingga akhir Oktober 2021 hanya terdapat 104 pinjol legal yang terdaftar dan berizin OJK. Namun, jumlah pinjol ilegal yang dapat merugikan masyarakat jumlahnya lebih banyak.

"Kami juga mengingatkan agar masyarakat meminjam dengan bertanggung jawab, memiliki tujuan peminjaman, dan rencana pembayaran yang jelas," ujar M Fredly Nasution.

Fredly menyampaikan, sepanjang 2021 OJK Cirebon telah melayani 594 permintaan informasi masyarakat melalui telepon.

Menurut dia, pertanyaan terbanyak yang disampaikan dari ratusan penelepon terdebut adalah mengenai pinjaman online ilegal.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat berhati-hati dan selektif saat akan menggunakan pinjol dan disarankan memilih perusahaan yang legal.

"Langsung blokir dan hapus saat mendapat SMS penawaran pinjaman online karena dapat menjadi sumber tersebarnya data pribadi," kata M Fredly Nasution.

Baca juga: Pinjol Teror Pejabat, Brigjen Krishna Murti hingga Wakil Gubernur Lampung Jadi Korban, Ini Katanya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved