Breaking News:

Curahan Hati Korban Pinjol di Majalengka, Ungkap Harapan dan Soal Anjuran Melunasi Pinjaman Pokok

C (25), warga Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka merupakan salah satu korban pinjaman online ( pinjol).

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Padna
ILUSTRASI: RS menunjukkan bukti ancaman dari Pinjol 

"Awal tahu pinjol itu karena dari iklan yang ada di YouTube, tiba-tiba lagi ada sesuatu yang mendesak, jadi mulai unduh salah satu aplikasi pinjol itu," ujar C kepada Tribun, Jumat (15/10/2021).

C pun akhirnya meminjam sejumlah uang ke salah satu platform pinjol tersebut.

Hingga berjalan beberapa bulan, C mengaku tak memiliki permasalahan terkait pelunasan pembayaran cicilan di pinjol.

Hingga pada awal tahun 2021, ia keluar dari pekerjaannya.

Di sisi lain tak memiliki penghasilan, namun ia harus tetap bisa melunasi tunggakan pinjol yang makin hari makin membengkak.

"Saya melakukan pinjaman relatif diangka yang stabil, mulai dari 450 -600 ribuan pas di awal-awal itupun minjem di salah satu platform. Untuk bunga pada tiap platform berbeda, salah satu platform ada yang paling tinggi bunganya. Dari keterangan tertulis pinjaman Rp 1,5 juta tapi yang diterima hanya Rp 1,3 juta, itu pun harus bayar sekitar 1,8 juta," ucapnya.

Bunga yang terus membengkak, sambung C, membuat ia semakin keteteran dalam melunasi tunggakan pinjol yang diikutinya.

Hingga akhirnya, para platform pinjol tersebut melancarkan aksinya dengan cara meneror para kreditur yang tak bisa membayar.

C pun akhirnya mendapatkan teror terus menerus yang berujung pengancaman dan perkataan yang tidak pantas dari si penagih.

Lebih jauh C mengaku, teror demi teror terus ia rasakan setiap harinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved