Breaking News:

Pelaku Teror Bank Kuningan Ditangkap

Buntut Penangkapan Pelaku Teror Bom, Kasat Reskrim Polres Sebut Warga Harus Lakukan Begini

pelaku itu telah melakukan perbuatan berupa ancaman teror bom di wilayah Kecamatan Ciawgebanng dengan cara pelaku menelepon Costumer servis Bank

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Muhamad Hafid Firmansyah saat menyampaikan keterangan usai berhasil menangkap pelaku Teror Bom Bank 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Buntut penangkapan pelaku teror bom Bank di Kecamatan Ciawigebang, Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Muhammad Hafid Firmansyah berharap kepada masyarakat untuk bijaksana menggunakan ponsel pintar.

"Ya, akibat dari kejadian teror bom. Kami minta warganet atau pengguna smartphone ini harus mengedepankan penyaringan informasi sebelum nge-share. Jadi saring sebelum sharing," ujar AKP Hafid kepada wartawan di agenda jumpa pers tadi di Gedung Wira Satya Pratama Mapolres setempat, Senin (1/11/2021).

Alasan keterangan itu diberikan, kata dia mengaku bahwa ancaman teror bom itu sudah melanggar hukum. Dalam ketentuan sudah jelas, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau pemerasan dan atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 27 Ayat 4 Jo Pasal 45.

"Di samping itu, juga berdasar Ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang — undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik," ungkapnya.

Baca juga: Pelaku Kirim Pesan Teror Bom Atas Nama Gerakan Merdeka Raya, Ini Kata Polisi

Baca juga: INI Pengakuan Pelaku Teror Bom Bank, Ternyata Seorang Janda Beranak Lima

Untuk tersangka, kata Kasat Reskrim yang akrab disapa Hafid ini mengemuka bahwa pelaku berinisial MN (31), yang juga penduduk Dusun Puhun Rt. 002 Rw. 004 Desa / Ciawigebang, Kuningan.

Tindakan tidak baik oleh pelaku itu telah melakukan perbuatan berupa ancaman teror bom di wilayah Kecamatan Ciawgebanng dengan cara pelaku menelepon Costumer servis Bank Mandiri Unit Ciawgebang serta menyebarluaskan melalui pesan berantai. "Sebelum muncul kutipan pelaku dalam pesan berantai itu, pelaku memberitahukan bahwa “DI MANDIRI ADA BOM” setelah itu pelakupun menuliskan pesan singkat SMS yang berisikan “SELAMAT MENIKMATI KAMI SEGENAP ANGGOTA GERAKAN MERDEKA RAYA TELAH MENYIAPKAN BOM Di SELURUH BANK CIAWIGEBANG AKAN MELEDAK PADA PUKUL 11.00 WIB” yang pelaku kirim secara random atau acak ke kontak telfon milik pelaku menggunakan nomor 083166177419," ujarnya.

AKP Hafid mengatakan dimana atas perbuatan pelaku dengan adanya terror BOM tersebut menimbulkan kegaduhan di publik serta menjadi pemberitaan oleh berbagai media online karena pesan terror BOM yang dilakukan pelaku sudah viral. "Dari keberhasilan penangkapan itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit HP merk oppo A54 warna Biru, foto bukti sms yang dikirim dari nomor 083166177419. Kemudian foto bukti nomor 083166177419 pernah diregistrasi atau dipakai di HP milik pelaku," ujarnya.

Mengenai saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya sebanyak 4 orang karyawan Bank.

Reskrim Polres Kuningan yang melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku dan 2 orang saksi dari pihak Bank Mandiri unit Ciawigebang.

"Adapun pasal yang dilanggar  itu pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara setinggi — tingginya 10 (sepuluh) tahun dan   Pasal 27 Ayat 4 Jo Pasal 45 Ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang — undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama & (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,(satu milyar rupiah)," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved