Pencarian Remaja Tenggelam di Pantai Karapyak Pangandaran Dihentikan Sementara, Orang Tua Kirim Doa

Terkendala cuaca, SAR gabungan Pangandaran menghentikan sementara pencarian seorang remaja yang tenggelam karena terseret arus laut.

KOMPAS.COM
Ilustrasi tenggelam 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Terkendala cuaca, SAR gabungan Pangandaran menghentikan sementara pencarian seorang remaja yang tenggelam karena terseret arus laut.

Diketahui, korban terseret arus laut dan tenggelam saat bermain air laut bersama satu saudaranya di Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat, pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 13:30 WIB.

Korban tersebut bernama Muhamad Usamah Salahudin (13) dan putra tunggal dari pasangan Adi Hadiyanto (39) dan Wati (35) warga Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa barat.

Baca juga: Seorang Remaja Tenggelam di Pantai Karapyak Pangandaran, Petugas Masih Cari Keberadaan Korban

Seusai SAR gabungan melakukan pencarian, tampak orang tua korban terus menangis berduka, mengirimkan do'a untuk anaknya dan mengharapkan putra semata wayangnya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Ketua Balawista Pangandaran, Heri Haerudin menyatakan, saat kejadian pihaknya sudah berupaya melakukan penyelamatan.

"Hanya karena arus laut deras saat anggota Balawista sekaligus satu warga setempat melakukan penyelamatan, korban yang berusia 13 tahun (Muhamad Usamah Salahudin) tidak bisa diselamatkan," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di pantai Karapyak, Minggu (31/10/2021) sore.

Korban yang bisa diselamatkan, ungkap Ia, yaitu korban atas nama Jakariah Fajar yang berusia 9 tahun.

Baca juga: Faktor Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19 Menurut Pakar, Diprediksi Terjadi Desember 2021-Januari 2022

"Menurut saksi, kejadian laka laut itu terjadi saat kedua korban sedang bermain air kemudian tiba-tiba terpeleset dan masuk ke lokasi arus yang dalam dan kemudian saat gelombang datang, arus laut menyeret korban tersebut," katanya.

Sementara Korpos SAR Pangandaran Edwin mengatakan, sampai sore ini (31/10/2021) dalam pencarian korban tenggelam pihaknya belum bisa menemukan.

"Selain waktu, sore ini kita terkendala cuaca, arus besar dan gelombang laut yang cukup tinggi yang tentu menghambat pencarian korban," ucapnya.

"Besok pagi (1/11/2021), kita bersama teman nelayan dari Palatar Agung akan melanjutkan upaya pencarian korban dengan penyisiran di bibir pantai dan juga ke laut dengan menggunakan perahu."

Selain itu, kata Ia, pihaknya juga akan menurunkan tim penyelam dari SAR Barakuda.

"Mungkin besok, sekitar tiga penyelam yang akan diturunkan. Mudah-mudahan besok, korban bisa segera ditemukan," ujar Edwin. *

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved