Breaking News:

Kudeta Sudan

Seusai Kudeta, Jenderal Militer Sudan Pecat 6 Duta Besar, Penyebabnya Hal Ini

Jenderal Militer Sundan Al-Burhan resmi memecat 6 Besar Sudan setelah melakukan kudeta dan membebaskan Perdana Menteri Sudan.

Penulis: MG Cirebon | Editor: Machmud Mubarok
Seusai Kudeta, Jenderal Militer Sudan Pecat 6 Duta Besar, Penyebabnya Hal Ini
Google
Kudeta Sudan

TRIBUNCIREBON.COM – Jenderal Militer Sundan Al-Burhan resmi memecat 6 Duta Besar Sudan setelah melakukan kudeta dan membebaskan Perdana Menteri Sudan.

Mengutip dari CMS.Trust.org, televisi pemerintah Sudan mengatakan, kemarin, Rabu, bahwa Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, telah memecat enam duta besar Sudan dari jabatan mereka.

Al-Burhan memberhentikan duta besar Sudan untuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Qatar, Cina dan Prancis, dan kepala misi Sudan di Jenewa.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa duta besar Sudan untuk 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, China dan Prancis, telah menolak perebutan kekuasaan oleh tentara di Sudan pada hari Senin.

Televisi pemerintah Sudan mengatakan, kemarin, Rabu, bahwa Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, telah memecat enam duta besar Sudan dari jabatan mereka.

Baca juga: Buntut Kudeta Sudan 7 Orang Meninggal dan 140 Terluka Akibat Tembakan oleh Militer

Baca juga: PM Sudan Dibebaskan, Jenderal Militer Menyebut Kudeta Demi Mencegah Perang Saudara

Al-Burhan memberhentikan duta besar Sudan untuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Qatar, Cina dan Prancis, dan duta besar Sudan di Jenewa.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa duta besar Sudan untuk 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Cina dan Prancis, telah menolak perebutan kekuasaan oleh tentara di Sudan pada hari Senin.

Sebelumnya, Militer Sudan telah membebaskan Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamdok dan mengembalikannya ke ibu kota Sudan, Khartoum.

Dilansir dari Aljazeera, pada hari Selasa (26/10), Jenderal militer Sudan Al-Burhan menyatakan bahwa sebelumnya dia menahan Hamdok demi keselamatannya sendiri dan juga mencegah perang saudara.

“Perdana menteri ada di rumahnya. Namun, kami takut dia dalam bahaya sehingga dia ditempatkan bersama saya di rumah saya.” Jelas Al-Burhan kepada wartawan.

Al-Burhan mengatakan tentara tidak punya pilihan selain mengabaikan politisi yang menghasut oposisi untuk melawan angkatan bersenjata.

Pada saat yang sama, meskipun pasukan keamanan menggunakan kekerasan sehari sebelumnya, pengunjuk rasa anti-kudeta terus memasang penghalang jalan di jalan-jalan Khartoum dan terus berdemonstrasi di jalan.

Beberapa jam yang sebelunya, ketika berita menyebar bahwa tentara telah menangkap beberapa pejabat pemerintah, termasuk Hamdok, puluhan ribu pengunjuk rasa pro-demokrasi mulai turun ke jalan.

Menanggapi hal tersebut, Al-Burhan mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri pada hari Senin dan membubarkan otoritas transisi negara itu.  [Nathanael Angga Bagus Kuncoro]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved