Breaking News:

Polemik Tarif PCR

Jeritan Masyarakat Indonesia Agak Terobati, Tarif PCR Kemarin Rp 500 Ribu, Turun Jadi Rp 275 Ribu

Pemerintah akhirnya mengumumkan tarif terbaru tes polymerase chain reaction (PCR) yang selama ini menjadi syarat bagi calon perjalanan bagi penumpang

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Tenaga pengajar diambil sampel lendir saat menjalani tes swab PCR sebagai persiapan belajar tatap muka di Kota Sukabumi, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA – Pemerintah akhirnya mengumumkan tarif terbaru tes polymerase chain reaction (PCR) yang selama ini menjadi syarat bagi calon perjalanan bagi penumpang transportasi udara.

Melalui Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ), pemerintah menurunkan tarif tes PCR yang biasa dipakai untuk mendeteksi virus korona di tubuh seseorang itu.

Direktur Jenderal (Dirjen)  Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, mengatakan penetapan harga tes PCR tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terkini. 

"Dari hasil evaluasi kami sepakati batas tarif tertinggi pemeriksaan real time PCR diturunkan menjadi Rp 275 ribu daerah Jawa Bali serta Rp 300 ribu luar Jawa dan Bali," kata Kadir sempat ada yang lewat konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Ini menjadi penurunan tarif yang kesekian kalinya yang dilakukan pemerintah. Pada masa-masa awal pandemi, tarif tes PCR di atas Rp 1 juta untuk sekali tes. Pemerintah kemudian menyeragamkan tarifnya menjadi Rp 900 ribu. 

Sempat berlangsung selama beberapa bulan, tarif tes PCR kembali diturunkan hampir separuhnya. Untuk wilayah Jawa-Bali, tarifnya menjadi Rp 495, sementara di luar Jawa-Bali Rp 525 ribu per satu kali tes.

Baca juga: Langgar Ketentuan Harga Tes PCR, Laboratorium Akan Ditutup dan Izinnya Dicabut

Kadir mengatakan tarif terbaru PCR yang ditetapkan ini merupakan batasan tertinggi. Maka itu tidak boleh ada pihak yang memakai tarif lebih dari yang ditetapkan pemerintah.

Baik laboratorium maupun rumah sakit di seluruh Indonesia harus mengikuti aturan ini. 

Nantinya, evaluasi batas tarif tertinggi pemeriksaan real time PCR ini akan ditinjau secara berkala sesuai kebutuhan.

"Untuk itu kami mohon agar semua faskes seperti RS, lab, dan fasilitas pemeriksaan lainnya yang telah ditetapkan pemerintah dapat mematuhi batas tertinggi real time PCR tersebut," jelas dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved