Breaking News:

HEBOH Pungli Vaksinasi di Tempat Wisata Bandung Barat, Ditawari Tarif Rp 600 Ribu Agar Tidak Antre

Sebuah isu adanya kasus pungutan liar (pungli) pada pelaksanaan gebyar vaksinasi yang dilaksanakan di objek wisata

Editor: dedy herdiana
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI vaksin: HEBOH Pungli Vaksinasi di Tempat Wisata Bandung Barat, Ditawari Tarif Rp 600 Ribu Agar Tidak Antre 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Sebuah isu adanya kasus pungutan liar (pungli) pada pelaksanaan gebyar vaksinasi yang dilaksanakan di objek wisata merebak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli vaksinasi di acara gebyar vaksinasi yang dilaksanakan di objek wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua.

Seperti diketahui, dugaan pungli vaksinasi tersebut terbongkar setelah ada oknum yang memanfaatkan momen dengan menawarkan kemudahan kepada peserta vaksinasi agar mereka tidak harus mengantre.

"Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan saat ditemui di Lembang, Rabu (27/10/2021).

Atas hal tersebut pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait dugaan pungli ini, termasuk terkait pemeriksaan para saksi maupun oknum yang terlibat dalam kasus dugaan pungli tersebut.

"Nanti kalau sudah selesai (penyelidikan) akan segera kami sampaikan," katanya.

Namun sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang, mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada kegiatan vaksinasi agar peserta mendapat layanan khusus supaya tak perlu antre saat vaksinasi pada 30 September 2021 lalu.

"Informasi yang muncul, ada oknum yang memanfaatkan momen dengan menawarkan ke orang agar mereka tidak harus antre," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemda KBB, Selasa (26/10/2021).

Saat itu, kata dia, ada oknum perempuan berinisial M dari pihak swasta yang menawarkan kemudahan kepada temannya dan peserta lain yang saat itu mengikuti vaksinasi supaya tidak harus mengantre.

Eisen mengatakan, awalnya oknum berinisial M itu memasang tarif Rp 500 ribu, namun ternyata peminatnya banyak sehingga tarif tersebut dinaikan kembali menjadi Rp 600 ribu per orang.

"Berdasarkan pengakuan M ada sekitar 10-20 orang yang bayar untuk bebas dari antrean. Dia kemudian sempat memberikan uang tip ke staf pelaksana Dinkes KBB berinisial D yang saat itu jadi petugas pengawas vaksin di lokasi tersebut," kata Eisen.

Akibat persoalan itu, kata Eisen, D kini sedang diinvestigasi oleh Inspektorat KBB dan dia juga sudah dipanggil oleh aparat kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Eisen mengatakan, untuk saat ini pegawai tersebut sudah dipindahkan ke bagian umum dan tidak terlibat lagi dalam program vaksinasi yang saat ini masih gencar dilakukan oleh Pemda KBB. 

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon Hari Ini Rabu 27 Oktober 2021

Baca juga: Kronologi Pungli Vaksinasi di Dusun Bambu KBB, Oknum Swasta daan Pegawai Dinkes Diduga Terlibat

Baca juga: Petugas Sisir Wisatawan dan Pedagang yang Belum Divaksin di Objek Wisata Pantai Karangsong Indramayu

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved