Breaking News:

Pernyataan Kontroversi Menag Berpotensi Timbulkan Perpecahan Umat, Komisi VIII DPR RI Lakukan Ini

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas sempat menyebut 'Kemenag adalah hadiah negara untuk NU'.

Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Anggota Komisi VIII, Jefri Romdonny 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Komisi VIII DPR RI akan meminta keterangan kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas terkait pernyataan kontroversinya

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas sempat menyebut ' Kemenag adalah hadiah negara untuk NU'.

Namun, hal itu kemungkinan baru akan dilakukan pada November mendatang.

Anggota Komisi VIII, Jefri Romdonny mengatakan, sampai saat ini komisinya belum meminta klarifikasi dari sang Menteri.

Namun, dia memastikan komisinya akan meminta keterangan secara langsung.

"Pernyataan itu kami juga belum meng klarifikasi. Tapi pasti ketika masa sidang datang, itu pertanyaan akan muncul. Seketika mungkin akan terjawab," ujar Jefri kepada media di Majalengka, Selasa (26/10/2021).

Politisi dari Partai Gerindra itu menegaskan, tidak mau berasumsi jauh sebelum mengetahui langsung dari Yaqut.

Alih-alih berasumsi, Jefri memilih menunggu bertemu langsung, untuk meminta keterangan.

"Jadi kami tidak mau berasumsi dulu pemberitaan itu bagaimana, seperti apa. Pasti hal-hal seperti itu ketika kita bertemu di RDP akan kami tanyakan," ucapnya.

Baca juga: Yaqut Seolah-olah Mendewakan NU dengan Pernyataan Kontroversialnya, PBNU Justru Tak Suka Dengarnya

Kendati demikian, Jefri meminta agar statmen kontroversi itu tidak menimbulkan gesekan di kalangan masyarakat. 

"Tentunya kami juga mengutamakan bahwasannya jangan sampai itu membuat terjadi perpecahan antar umat. Mungkin November ini kita bicarakan."

"Sekarang kan kita masih reses jadi kita belum bertemu dengan Menteri Agama," jelas legislator dari Majalengka itu.

Seperti diketahui, Gus Yaqut menyinggung Kemenag lahir karena peran tokoh NU.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved