Breaking News:

Pelanggan PAM di Kuningan Keluhkan Pasokan Air, Dirut Minta Konsumen Hemat Gunakan Air

Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan mengeluhkan soal aliran air ke rumah-rumah yang selalu kecil.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kegiatan pisah sambut Dewan Pengawas Perumda, di kantornya, Jalan RE Martadinata, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan mengeluhkan soal aliran air ke rumah-rumah yang selalu kecil.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Kamuning Kuningan, H Deni Erlanda mengatakan turut prihatin dan meminta maaf kepada semua pelanggan.

"Iya, saya minta maaf kepada pelanggan. Karena pasokan air kecil ini akibat terjadi penyurutan volume air di mata air itu sendiri," kata Deni saat ditemui usai kegiatan pisah sambut Dewan Pengawas Perumda atau PDAM Tirta Kamuning, di kantornya, Jalan RE Martadinata, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskan Deni, sekarang ini jumlah mata air yang berpotensi digunakan itu ada sebanyak 16 titik.

Untuk mengatasi kondisi kecilnya aliran air ke rumah-rumah pelanggan yang disebabkan oleh penyusutan air di sumber mata air, Deni berharap kepada pelanggan itu bisa menghemat dalam menggunakan air. Apalagi di musim kemarau basah ini, terjadi pengurangan volume air di setiap mata air.

"Adanya pengurangan volume di setiap mata air, kami minta pelanggan itu hemat gunakan air. Kemudian sebagai antisipasi dalam kekurangan pasokan air, pelanggan bisa menyediakan stok air saat pasokan air gede di wadah terlebih dahulu. Sehingga dalam penggunaan air tidak kekurangan dalam membutuhkan air," katanya.

Kondisi pasokan air berkurang, kata Deni mengaku bahwa ini terjadi pada jam produktif di kalangan masyarakat.

Terlebih dalam jam produktif penggunaan air banyak itu pada waktu Subuh hingga sekitar jam 10 siang dan waktu sore hingga jam 08.00 malam.

"Iya solusinya itu tadi, pelanggan harus bisa menyediakan air dalam beberapa wadah sehingga saat kebutuhan menggunakan air bisa terkendali," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved