Breaking News:

Kronologi Pungli Vaksinasi di Dusun Bambu KBB, Oknum Swasta daan Pegawai Dinkes Diduga Terlibat

Dinkes Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelaskan kejadian sebenarnya terkait adanya dugaan pungutan liar di Dusun Bambu

shutterstocks
ilustrasi vaksin corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelaskan kejadian sebenarnya terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) pada pelaksanaan gebyar vaksinasi di objek wisata Dusun Bambu.

Dugaan pungli tersebut terbongkar setelah ada oknum yang memanfaatkan momen dengan menawarkan kemudahan kepada peserta vaksinasi agar mereka tidak harus mengantre.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang, mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada kegiatan vaksinasi agar peserta mendapat layanan khusus supaya tak perlu antre saat vaksinasi pada 30 September 2021 lalu.

"Informasi yang muncul, ada oknum yang memanfaatkan momen dengan menawarkan ke orang agar mereka tidak harus antre," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemda KBB, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Persib Libas PSIS Semarang 1-0, Maung Bandung Geser Bhayangkara FC di Puncak Klasemen Liga 1 2021

Saat itu, kata dia, ada oknum perempuan berinisial M dari pihak swasta yang menawarkan kemudahan kepada temannya dan peserta lain yang saat itu mengikuti vaksinasi supaya tidak harus mengantre.

Eisen mengatakan, awalnya oknum berinisial M itu memasang tarif Rp 500 ribu, namun ternyata peminatnya banyak sehingga tarif tersebut dinaikan kembali menjadi Rp 600 ribu per orang.

"Berdasarkan pengakuan M ada sekitar 10-20 orang yang bayar untuk bebas dari antrean. Dia kemudian sempat memberikan uang tip ke staf pelaksana Dinkes KBB berinisial D yang saat itu jadi petugas pengawas vaksin di lokasi tersebut," kata Eisen.

Akibat persoalan itu, kata Eisen, D kini sedang diinvestigasi oleh Inspektorat KBB dan dia juga sudah dipanggil oleh aparat kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Eisen mengatakan, untuk saat ini pegawai tersebut sudah dipindahkan ke bagian umum dan tidak terlibat lagi dalam program vaksinasi yang saat ini masih gencar dilakukan oleh Pemda KBB

Eisen memastikan jika, kasus tawaran bebas antrean saat divaksin hanya terjadi di satu lokasi objek wisata yang ada di kawasan Cisarua, KBB itu.

Sedangkan, untuk serbuan wisata vaksinasi di tempat wisata lainnya tidak ada laporan kejadian yang serupa. 

"Persoalan ini sedang diinvestigasi inspektorat dan berharap agar ke depan tidak terjadi lagi," ucapnya.

Dengan adanya kasus ini, pihaknya tidak akan kendor melakukan vaksinasi karena target vaksinasi itu sesuai instruksi presiden yang harus selesai di akhir tahun nanti untuk menciptakan herd immunity di masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved