Breaking News:

Kabar Baik, Jumlah Pasien Covid-19 di RSHS Bandung Hanya Tersisa Sembilan Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung saat ini hanya tersisa sembilan orang.

Kolase Tribun Jabar
iLUSTRASI RSHS dan Virus Corona 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pandemi covid-19 di Jawa Barat dan Kota Bandung terus menunjukkan tanda yang membaik.

Salah satunya dibuktikan dengan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung saat ini hanya tersisa sembilan orang.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr Yana Akhmad mengatakan, dari sembilan orang, dua orang pasien diantaranya yang diduga suspek Covid-19 sedang menjalani observasi di ruang instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.

Penurunan jumlah pasien kasus Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sejak Agustus lalu. 

"Tren kasus Covid-19 mulai terjadi penurunan sejak Agustus sampai saat ini," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (26/10/2021).

dr. Yana menuturkan, saat puncak kasus Covid-19 pada Juni dan Juli lalu, penggunaan tempat tidur pasien Covid-19 mencapai 40,5 persen dari total 928 tempat tidur.  

Saat ini, lanjutnya, keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 berada di bawah angka 1 persen atau 0,07 persen dari total 130 tempat tidur untuk pasien Covid-19

Dengan adanya penurunan kasus Covid-19 dan pasien yang dirawat, RSHS Bandung merelokasi tempat tidur dan tenaga kesehatan bagi pasien Covid-19 menjadi untuk non-Covid-19.

"Sejak bulan kemarin untuk merelokasi kembali penggunaan fasilitas Covid-19 ke non Covid-19 karena tren saat ini pasien non covid-19 sudah mulai meningkat sehingga kebutuhan tempat tidur dialihkan," ucapnya.

Ia menjelaskan, menyikapi kondisi tersebut RSHS Bandung juga mengurangi tenaga relawan yang membantu saat terjadi puncak kasus.

Meski dialihkan, RSHS memastikan sarana dan pendukung fasilitas bagi pasien Covid-19 tetap siap, termasuk mewaspadai potensi gelombang ketiga Covid-19 pada Desember mendatang. 

"Kami tetap harus mempersiapkan, kami sudah punya pengalaman di lonjakan kemarin walau tenaganya saat ini direlokasi dan tenaga kesehatan tapi kita siap kembali lagi ruang tidur dan tenaga kesehatan tidak usah lagi membangun tapi siap pakai begitupun fasilitas tersedia," ujar dr. Yana. 

Selain itu, RSHS juga menyiapkan kebutuhan oksigen diantaranya terdapat bantuan oksigen generator dari kementerian. 

"SDM, fasilitas dan kebutuhan obat-obatan dan oksigen kami antisipasi," katanya. 

Yana pun mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah terjadinya potensi gelombang ketiga Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, divaksinasi dan mengantisipasi potensi adanya mutasi atau varian baru. (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved