Breaking News:

Amerika Mengecam Sudan

Gara-gara Militer Kudeta PM Hamdok, Amerika Serikat Menahan Bantuan 700 Juta Dolar AS untuk Sudan

Amerika seringkat mengumumkan akan menahan bantuan sebesar 700 Juta Dolar AS setelah pengambilalih kekuasaan pemerintah yang dilakukan oleh militer.

Penulis: MG Cirebon | Editor: Machmud Mubarok
Gara-gara Militer Kudeta PM Hamdok, Amerika Serikat Menahan Bantuan 700 Juta Dolar AS untuk Sudan
google
kongres amerika serikat

TRIBUNCIREBON.COM - Amerika Serikat mengumumkan akan menahan bantuan sebesar 700 Juta Dolar AS setelah militer Sudan melakukan kudeta terhadap pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Prince kepada wartawan pada hari Senin (25/10/2021).

Apabila Sudan tidak kembali ke jalur transisi menuju demokrasi, kata Ned, Amerika akan mengevaluasi seluruh hubungannya dengan Sudan.

Mengutip Aljazeraa, militer Sudan membubarkan pemerintah transisi sebelumnya pada hari Senin dan menyatakan keadaan darurat setelah menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan beberapa anggota kabinet dan pejabat sipil lainnya.

"Amerika Serikat mengutuk tindakan yang diambil oleh tentara Sudan semalam," kata Prince, Senin.

"Penangkapan pejabat pemerintah sipil dan pemimpin politik lainnya, termasuk Perdana Menteri Hamdok, mengganggu transisi negara ke pemerintahan sipil yang demokratis."

Sejak jatuhnya pemimpin lama Omar al-Bashir setelah protes besar-besaran pada 2019, Hamdok telah mencapai kesepakatan pembagian kekuasaan dengan militer untuk memimpin pemerintahan transisi.

Price memperingatkan bahwa jika perkembangan terakhir tidak dibalik, itu akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Khartoum dan Washington.

Ia menambahkan bahwa “Amerika Serikat menghentikan bantuan $700 juta dalam alokasi bantuan darurat dana dukungan ekonomi untuk Sudan – dana tersebut dimaksudkan untuk mendukung transisi demokrasi negara tersebut – saat kami mengevaluasi langkah selanjutnya untuk program Sudan,”

Latar Belakang Hubungan Amerika Serikat Dengan Sudan

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved