Breaking News:

Tradisi Guar Bumi, Bentuk Rasa Syukur Sambut Musim Tanam di Desa Jatiserang Majalengka

Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka ini, ratusan warga sejak pagi datang berbondong bondong datang ke halaman kantor desa

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Guar Bumi diselenggarakan oleh Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka dalam menyambut musim tanam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sudah menjadi tradisi masyarakat yang tinggal di pedesaan dalam menyambut datangnya musim tanam “Rendengan” atau menjelang musim penghujan.

Mereka menggelar berbagai macam tradisi seperti Guar Bumi.

Adat tradisi ini sudah sejak turun temurun dilestarikan oleh masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan. 

Guar Bumi adalah adat yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya seperti Munjungan.

Bedanya hanya terletak di hari dan tempat pelaksanaanya saja.

Baca juga: Masyarakat Desa Pilangsari Majalengka Saling Sikut Berebut Nasi Kuning, Bagian dari Ritual Guar Bumi

Di mana munjungan biasa di gelar di Tempat Pemakaman leluhur (Kebuyutan).

Tapi kalau bongkar bumi atau guar bumi  tempat pelaksanaanya di lahan pesawahan ataupun di halaman kantor desa.

Seperti yang dilaksanakan di Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka ini, ratusan warga sejak pagi datang berbondong bondong datang ke halaman kantor desa setempat.

Mereka masing-masing membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved