Breaking News:

Anak Perusahaan BUMN di Cirebon PT PG Rajawali II Diduga Korupsi Rp 50 Miliar, Kini Ditangani Kejati

PT PG Rajawali II, anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), diduga melakukan penyimpangan penjualan gula, rugikan Rp 50 miliar

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurahman
Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono (tengah) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pabrik PT PG Rajawali II, anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), diduga melakukan penyimpangan penjualan gula hingga merugikan negara sekitar Rp 50 miliar.

Dugaan itu sudah diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat sejak Juni 2021.

Saat ini, kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan surat perintah Wakil Kepala Kejati Jabar bernomor Print-1084/M.2.1/Fd.1/10/2021 tertanggal 21 Oktober 2021.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono mengatakan, dalam kasus ini diduga ada tindak pidana korupsi dalam pengeluaran delivery order (DO) gulaPT PG Rajawali II yang berkantor di Cirebon, kata dia, diduga mengeluarkan DO kepada PT Mentari Agung Jaya Usaha pada November sampai Desember 2020.

"Bahwa diduga telah terjadi penyimpangan dalam pengeluaran DO gula dengan tanpa memperhatikan prinsip good coorporate governance," ujar Riyono, dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

PT PG Rajawali II, kata dia, tidak melakukan pengecekan sebelum menerbitkan DO. Sehingga, diduga terjadi penyimpangan dalam mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) berkaitan dengan pengeluaran DO ke PT Mentari Agung Jaya Usaha.

"PT Mentari Agung Jaya Usaha yang mengetahui dana tidak tersedia, kemudian mengeluarkan tiga lembar cek kosong sebagai penyetoran pembayaran gula dan berakibat keluarnya gula sebanyak 5 ribu ton. Sehingga negara dirugikan kurang lebih sebesar Rp 50 miliar," katanya.

Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil menambahkan, saat ini, sudah ada 20 orang yang diperiksa dalam kasus ini. Namun, Dodi tidak menjelaskan siapa saja saksi-saksi tersebut.

"Telah melakukan permintaan keterangan kepada 20 orang dari pihak-pihak terkait dan Ahli," ujar Dodi.

Para saksi yang dipanggil, kata dia,  bersikap kooperatif. Diharapkan saat pemanggilan berikutnya tetap kooperatif agar perkara ini segera rampung.

"Kooperatif sejauh ini, tidak ada kendala dan bisa memberikan keterangan," katanya. 

Baca juga: PT PG Rajawali II Kecam Kekerasan Terhadap Petani Tebu Jatitujuh, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

Baca juga: PT PG Rajawali II Harapkan Kemitraan dengan Petani Tebu di Jatitujuh Tetap Berjalan

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved