Breaking News:

SMS yang Dikirimnya Diduga Bikin Wanita Akhiri Hidup, Pegawai Pinjol Tak Merasa Bersalah: Butuh Duit

Penangkapan pinjol mereka berawal dari kabar seorang ibu asal Desa Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengakhiri hidupnya

Dok. Polres Metro Jakbar
Ilustrasi: Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM- Sebanyak tujuh orang berhasil diciduk pihak kepolisian dan kini berstatus sebagai tersangka terkait pinjaman online (pinjol) ilegal.

Tiga di antaranya adalah Ketua KSP Solusi Andalan Bersama yakni MDS dan rekannya, SR, serta seorang warga negara China berinisial JS yang diduga jadi bos pinjol ilegal tersebut.

Sementara sisanya diketahui bertugas sebagai operator SMS blasting dan penagih utang.

Penangkapan mereka berawal dari kabar seorang ibu asal Desa Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengakhiri hidupnya pada Sabtu (21/10/2021).

Baca juga: Cerita Pemuda Purwakarta Dimarahi Orangtua Karena Berani Pinjam Uang ke Pinjol, Diteror Hingga Stres

Wanita berinisial WPS tersebut nekat mengakhiri hidupnya karena terjerat utang melalui pinjol dengan total mencapai Rp51,3 juta.

Hal ini terungkap melalui surat yang ditulis oleh WSP kepada suaminya, sebelum dia bunuh diri.

Total, berdasarkan pengakuannya, WPS terjerat utang pada 25 aplikasi pinjaman online.

Di mana salah satunya di antaranya adalah Fulus Mujur yang kemudian digerebek oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Para tersangka tersebut diduga bertanggung jawab atas teror-teror yang ditujukan kepada WPS.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved