Breaking News:

Seputar TNI

Tatang Koswara Sang Sniper TNI AD Terbaik Kelas Dunia, 4 Kali Tempur, 80 Musuh Ditembak Mati

Nasib berkata lain. Pada 1967, Tatang Koswara disuruh ibunya mengantar sang adik untuk mendaftar anggota TNI AD.

YouTube
Tatang Koswara, sniper terbaik di dunia 

Satu peluru sengaja disisakannya. Ini untuk memenuhi prinsip seorang sniper yang pantang menyerah.

Sebagai seorang sniper, dalam keadaan terdesak dia akan membunuh dirinya sendiri dengan satu peluru tersebut.

Tatang didaulat menjadi salah satu sniper terbaik dunia, seperti dituliskan dalam buku yang ditulis Brookesmith itu.

Ia mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53 dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41.

Tatang memperoleh rekor tersebut dalam perang di Timor Timur pada 1977-1978.

Momen Terakhir Tatang Koswara

Tatang Koswara meninggal karena serangan jantung, Selasa (3/3/2014), sekitar pukul 20.00 WIB.

Istri almarhum, Tati Hayati, mengatakan, suaminya memiliki riwayat penyakit jantung.

Almarhum pernah dioperasi pemasangan ring di jantungnya.

"Menurut dokter, bapak meninggal terkena serangan jantung," ujar Tati di rumah duka, di daerah Komplek TNI AL, Cibaduyut, Bandung, Rabu (4/3/2015).

Tati mengatakan, kegiatan suaminya sebulan terakhir lebih padat dari biasanya.

Tamu silih berganti datang, di antaranya wawancara dengan berbagai media massa.

"Bapak kecapean sekaligus begitu bahagia kayaknya, jadi penyakit jantungnya kambuh," ucap Tati.

Dari cerita Tati, Tatang bertolak dari Bandung menuju Jakarta pada Selasa (3/3/2014) pagi.

Sesampainya di Jakarta, Tatang mengunjungi Mabes TNI AD dilanjutkan wawancara. Seusai itu, almarhum ke hotel untuk istirahat dan persiapan live di Hitam Putih.

"Jam 17.00, bapak masih mencari makan sendiri. Setelah itu kami pergi ke Trans 7 untuk acara Hitam Putih," imbuhnya.

Saat diwawancara Dedi Corbuzier, Tatang sudah menunjukkan perbedaan.

Nafas almarhum terlihat tersenggal dan kata-katanya kadang terbata. Namun, keluarga tidak menaruh curiga.

"Beres segmen pertama ada istirahat sholat Maghrib. Bapak diajak ngobrol Dedi dan anak kami yang bungsu mengingatkan Bapak untuk meminum obat," ucapnya.

Tatang menunjukkan obat yang diminum ke anak bungsunya. Tak lama berselang, Tatang sesak nafas dan pingsan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Tatang meninggal.

Almarhum meninggalkan istri dan empat orang anak. Rencananya, Tatang akan dimakamkan secara militer di TPU terdekat.

Dalam wasiatnya Tatang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Padalarang.

"Bapak dapat jatah di Taman Makan Pahlawan Padalarang. Tapi kasihan kejauhan, jadinya dimakamkan di TPU terdekat saja," tutupnya.

Anak tak tahu kalau ayahnya sniper terbaik dunia

Tubagus Abdi Yudha (39), anak ketiga almarhum Peltu (Purn) Tatang Koswara tak menyangka jika ayahnya merupakan salah seorang sniper terbaik di dunia.

Sang ayah diakui Yudha baru menceritakan pengalaman hidupnya menjelang akhir hayatnya. Selama puluhan tahun ayahnya menyimpan rahasia bertugas menjadi seorang sniper. Yudha pun bangga ayahnya menorehkan sejumlah prestasi semasa menjadi anggota TNI.

"Dulu bapak cuma cerita kalau tugas di TNI. Enggak nyangka kalau punya misi jadi seorang sniper," ujar Yudha di rumah duka usai pemakaman almarhum, Rabu (4/3).

Selama ini Yudha hanya tahu jika ayahnya pernah menjalani beberapa misi perang. Salah satunya di Timor Timur (Timor Leste). Selebihnya, almarhum tak pernah bercerita banyak soal kehidupannya.

"Baru sekarang-sekarang saja tahumya setelah diangkat media. Dari dulu sampai sekarang bapak hanya cerita tugas di kesatuan saja," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved