Breaking News:

Stasiun Padalarang Jadi Hub Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Proyek Konstruksi di Walini Dihentikan

stasiun di Padalarang ini dinilai dapat meningkatkan konektivitas penumpang dari pusat Kota Bandung dan Cimahi yang akan menggunakan kereta cepat

Editor: Machmud Mubarok
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mulai mengangkut rel untuk kereta cepat Bandung-Jakarta, dan segera dipasang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Stasiun Padalarang kini menjadi stasiun hub  bagi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), yang bersisian dengan jalur eksisting KAI di Padalarang. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk integrasi KCJB dengan moda transportasi lainnya.

Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan keberadaan stasiun di Padalarang ini dinilai dapat meningkatkan konektivitas penumpang dari pusat Kota Bandung dan Cimahi yang akan menggunakan layanan Kereta Cepat.

Dalam fase awal, memang terdapat empat stasiun yang digunakan untuk melayani penumpang KCJB, yaitu Stasiun Tegalluar, Padalarang, Karawang, dan Stasiun Halim. Pelayanan KCJB pun kini terintegrasi dengan moda transportasi lainnya melalui Stasiun Padalarang. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa.

“Di Stasiun Hub Padalarang akan terjadi konektivitas yang nyaman bagi penumpang KCJB yang ingin langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Cimahi dan Bandung dengan KA Feeder yang dilayani oleh PT KAI,” kata Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, melalui siaran tertulis, Sabtu (23/10).

Baca juga: Pemda KBB Akhirnya Turun Tangan, Bantu Selesaikan Keluhan Warga Terdampak Pengeboman Terowongan KCIC

Penambahan Stasiun Hub di Padalarang dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya adalah demografi, komersial, dan infrastruktur di area Padalarang yang memadai, dan untuk menyasar penumpang yang berasal dari Bandung bagian Barat.

“Stasiun KCJB akan berada di sebelah barat stasiun KA Padalarang. Penumpang yang hendak menggunakan layanan Kereta Cepat dari Padalarang atau sebaliknya akan disediakan KA Feeder menuju stasiun Cimahi dan Bandung,” katanya.

KA Feeder menggunakan rangkaian KRD yang didesain seperti KA Bandara, dan nantinya akan melayani rute dari Stasiun Padalarang  menuju Stasiun Bandung serta dapat berhenti di stasiun Cimahi. Pemberangkatan KA Feeder ini adalah setiap 20 menit pada jam sibuk dan 30 menit di luar jam sibuk attau menyesuaikan operasional kereta cepat.

Adapun durasi perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung adalah 18 menit. Jika berhenti di Stasiun Cimahi maka durasi perjalanan menjadi 22 menit.

Sementara pengoperasian Stasiun Tegalluar diharapkan dapat menyasar penumpang di Bandung bagian Timur, akan terhubung dengan Bus Rapid Transit dan juga taksi. Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar juga memiliki kemudahan aksesibilitas, mulai dari exit tol Padaleunyi arah Jakarta dan aksesibilitas dari dan menuju Gelora Bandung Lautan Api.

Baca juga: Rel Kereta Cepat KCIC Bandung-Jakarta Segera Dipasang, Panjang Per Batangnya Capai 50 Meter

Lebih lanjut dijelaskan Dwiyana, pada fase pertama pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, Stasiun Walini belum dimasukkan menjadi stasiun pelayanan mempertimbangkan aspek komersial dan mengingat saat ini PT KCIC sedang melakukan upaya efisiensi dengan mengurangi potensi cost overrun.

Dwiyana menekankan meski terjadi penundaan pembangunan Stasiun Walini, bukan berarti pengerjaan konstruksi di Walini dibatalkan. Ia menuturkan PT KCIC akan melakukan pembangunan Stasiun Walini di fase selanjutnya sesuai arahan pemegang saham.

“Penundaan pembangunan ini bukan berarti pengerjaan konstruksi di Walini batal. Namun hanya ditunda sementara waktu,” ujarnya.

Hingga saat ini, PT KCIC masih terus melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

Fokus konstruksi yang menjadi prioritas antara lain penyelesaian pengeboran 3 terowongan dari 13 terowongan yang ada di trase KCJB, menyelesaikan erection girder untuk konstruksi elevated track, terutama yang berada di daerah Batununggal, Bandung, serta pengerjaan subgrade #18, #19, dan #20 di perbatasan antara Karawang dan Purwakarta.

Selain itu, percepatan pembangunan juga dilakukan di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok.

“Selaras dengan upaya percepatan pembangunan KCJB, kami juga melakukan persiapan dokumen-dokumen penunjang operasional dengan melakukan koordinasi bersama kementerian terkait,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved