Breaking News:

Wabah Covid-19 Merebak Lagi di China, Gara-gara Tempat Wisata Dibuka, Jadwal Penerbangan Dibatalkan

Wabah Covid-19 China terbaru ini terkait dengan pasangan lanjut usia yang berada dalam kelompok beberapa turis

Editor: Machmud Mubarok
(EPA via AlJazeera)
Ilustrasi - Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan, China. Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. 

TRIBUNCIREBON.COM - Otoritas China membatalkan ratusan penerbangan, menutup sekolah, dan memperbanyak pengujian massal pada Kamis (21/10/2021) untuk membasmi wabah Covid-19 klaster baru yang terkait dengan sekelompok wisatawan.

China terus mempertahankan pendekatan nol-Covid tanpa henti dengan penutupan perbatasan yang ketat dan lockdown di wilayah tertentu, bahkan ketika negara-negara lain secara tentatif melonggarkan pembatasan.

Wabah domestik sebagian besar sudah dihilangkan, tetapi ketika China mencatat hari kelima berturut-turut dari kasus baru - sebagian besar di wilayah utara dan barat laut - otoritas meningkatkan kontrol virus corona.

Wabah Covid-19 China terbaru ini terkait dengan pasangan lanjut usia yang berada dalam kelompok beberapa turis. Mereka memulai di Shanghai sebelum terbang ke Xi'an, provinsi Gansu, dan Mongolia Dalam.

Baca juga: Kim Jong Un Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari China untuk Korea Utara, Lebih Minat Buatan Rusia

Puluhan kasus sejak itu dikaitkan dengan perjalanan mereka, lalu ada kontak dekat di setidaknya lima provinsi dan wilayah, termasuk ibu kota Beijing.

Sebagai tanggapan, pemerintah daerah melakukan pengujian massal dan menutup lokasi wisata, sekolah, dan tempat hiburan di daerah yang terkena dampak, juga me-lockdwon kompleks perumahan tertentu. 

Beberapa daerah termasuk Lanzhou - kota berpenduduk sekitar empat juta orang di barat laut China - memerintahkan warga tidak bepergian kecuali untuk kepeluan mendesak. Warga yang bepergian harus menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif.

Bandara di wilayah yang terkena dampak juga membatalkan ratusan penerbangan, menurut data dari pelacak penerbangan VariFlight yang dikutip AFP. 

Sekitar 60 persen penerbangan ke dua bandara utama di Xi'an dan Lanzhou dibatalkan. Dalam pemberitahuan yang diterbitkan Senin (18/10/2021), Erenhot di Mongolia Dalam melarang bepergian ke dalam dan ke luar kota, serta penduduk tidak boleh meninggalkan kompleks perumahan mereka.

Kemudian pada Rabu (20/10/2021), tabloid Pemerintah China Global Times memperingatkan, kasus baru virus corona di Mongolia Dalam kemungkinan akan memengaruhi impor batu bara dari Mongolia karena gangguan rantai pasokan.

Ada 13 kasus domestik baru yang dilaporkan pada Kamis (21/10/2021), kata Komisi Kesehatan Nasional China.

Baca juga: Tinggal di Hunian Mewah di Tempat Pertambangan, 5 WNA Asal China dan Malaysia Ditangkap Petugas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 di China Merebak Lagi dari Klaster Wisatawan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/10/21/154000370/covid-19-di-china-merebak-lagi-dari-klaster-wisatawan-ratusan-penerbangan?page=all#page2.
Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara


Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved