Breaking News:

Kasus Penghilangan Nyawa di Subang

Update Subang, Kondisi Danu Paling Tertekan Dibanding dengan Yoris, Ini Pandangan Kuasa Hukum

kondisi dari kliennya sudah tertekan, terutama Danu yang dinilai secara psikologisnya terganggu dengan posisi dirinya yang selalu terpojokkan.

Editor: Machmud Mubarok
Youtube Heri Susanto
Yoris dan Danu sewa 9 pengacara terkenal, pengakuan Yosef soal motif pembunuhan Tuti dicurigai 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kuasa hukum dari Yoris (34) serta Danu (21) ungkap kondisi kliennya pasca sempat tersudutkan dalam perkara kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Kabupaten Subang pada 18 Agustus 2021 lalu.

Achmad Taufan selaku tim kuasa hukum Yorus dan Danu mengatakan, kondisi dari kliennya sudah tertekan, terutama Danu yang dinilai secara psikologisnya terganggu dengan posisi dirinya yang selalu terpojokkan.

"Kalau kondisi klien kami saat ini yang pasti kelihatannya yang paling syok ya apalagi banyak juga yang menyudutkan Danu, kelihatannya psikologis dari Danu yang paling kena," ucap Achmad di Subang, Kamis (21/10/2021).

Bukan hanya Danu, Achmad juga mengatakan, tentunya kondisi dari Yoris yang secara psikologis terganggu, terlebih yang menjadi korban dari perampasan nyawa itu adalah ibu kandung serta adiknya.

"Yoris juga tentu sama saya rasa, apalagi kan korbannya ibu sama adiknya yah jelas psikologisnya terganggu," katanya.

Baca juga: Keluarga Gadis yang Dicabuli Oknum Kapolsek Tolak Berdamai, Kapolda Rudy Sufahriadi Kunjungi Korban

Dapat diketahui sebelumnya, pada 18 Agustus 2021 warga dari Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang dihebohkan dengan penemuan mayat dua perempuan yang ditumpuk didalam bagasi mobil mewah jenis alpard.

Keduanya tak lain yaitu seorang ibu bernama Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23). Pihak kepolisian meyakini bahwa keduanya merupakan korban dari perampasan nyawa.

Sementara itu, sudah berjalan 65 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut pihak kepolisian masih terus berupaya untuk mengungkap kasus yang sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Sejauh ini, sudah 54 saksi dalam pengungkapan kasus sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
 Diberitakan sebelumnya, Kuasa hukum dari Yoris (34) serta Danu (21) meyakini bahwa keduanya bukan pelaku dari kasus perampasan nyawa ibu dan anak yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved