Breaking News:

Wisnu Ajak Raharjo dan Luqman Duduk Bersama Selesaikan Polemik Keraton Kasepuhan: Kita Semua Saudara

ia meminta Luqman, Raharjo, dan para dzuriyah Sunan Gunung Jati duduk bersama untuk tabayun dan bermusyawarah untuk menyelesaikannya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pangeran Wisnu Lesmana Nugraha putra dari Pangeran Ilen Seminingrat menggelar jumenengan atau penobatan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan, Rabu (20/10/2021).

Jumenengan Wisnu yang kini bergelar Pangeran Jayawikarta III berlangsung di Gedong Kepatihan, Kp Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wisnu mengajak PRA Luqman Zulkaedin, Raharjo Djali, dan seluruh dzuriyah Sunan Gunung Jati duduk bersama menyelesaikan polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan.

Menurut dia, tidak elok jika polemik perebutan pewaris takhta tersebut menimbulkan pertikaian yang dipastikan balak merugikan semua pihak.

"Kita semua adalah saudara sehingga tidak elok kalau memperebutkan takhta dengan cara bertikai," kata Wisnu Lesmana Nugraha.

Baca juga: Kini Ada 3 Sultan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Wisnu Lesmana Jumenengan Jadi Sultan

Karenanya, ia meminta Luqman, Raharjo, dan para dzuriyah Sunan Gunung Jati duduk bersama untuk tabayun dan bermusyawarah untuk menyelesaikannya.

Bahkan, ia mengatakan, semua pihak yang mengklaim sebagai pewaris takhta yang sah untuk menunjukkan data dan faktanya secara ksatria.

"Saya sangat sedih dan prihatin atas perebutan takhta pemangku adat Keraton Kasepuhan yang hingga kini semakin menjadi," ujar Wisnu Lesmana Nugraha.

Wisnu menyampaikan, polemik itupun justru semakin menggelapkan sejarah Keraton Kasepuhan sehingga masyarakat tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pasalnya, Alexander yang merupakan Sultan Sepuh XII sebenarnya adalah anak ideologis dan sarat kepentingan VOC yang kala itu menjajah Indonesia.

Selain itu, Alexander juga telah mewariskan propaganda kekeliruan sejarah dan menjadikan keturunannya sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Padahal, mereka bukan keturunan Sunan Gunung Jati sehingga tidak berhak atas jabatan tersebut.

"Masa pemerintahan Hindia Belanda telah berakhir, NKRI berhak mengembalikan fakta sejarah raja-raja pribumi khususnya di Kesultanan Kasepuhan," kata Wisnu Lesmana Nugraha.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved