Breaking News:

Update Kasus Subang, Yoris dan Danu Sewa Pengacara Karena Tertekan Sering Disudutkan

Kuasa hukum Yoris (34) serta Danu (21) membeberkan alasan dari keduanya yang saat ini menggunakan jasa dari kuasa hukum.

Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Yoris (34) anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan di Subang saat ditanya wartawan di Polsek Jalan Cagak Polres Subang, Jumat (20/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kuasa hukum Yoris (34) serta Danu (21) membeberkan alasan dari keduanya yang saat ini menggunakan jasa dari kuasa hukum.

Yoris dan Danu menyewa timk kuasa hukum untuk mendampingi dalam perkara kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang.

Achmad Taufan selaku tim kuasa hukum Yoris serta Danu mengatakan, dengan posisi dari kedua kliennya yang saat ini dinilai banyak disudutkan.

Maka tindakan seperti memakai jasa kuasa hukum merupakan tindakan yang dinilai sudah tepat.

"Ketika sudah dua bulan berjalannya kasus, mereka berdua ini mengalami tekanan yang luar bisa, ketakutan yang luar biasa, banyak yang mendukung banyak juga yang tidak, apalagi seumur Danu pasti psikologisnya terganggu," ucap Achmad kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Menurut Achmad, dengan saat ini posisi dari Yoris serta Danu yang sudah memakai jasa dari kuasa hukum, diharapkan dapat mengurangi beban-beban kepada kedua kliennya tersebut.

"Jadi kemarin waktu saya tanyakan kepada keduanya mereka ini keduanya tidak ingin memakai kuasa hukum, karena mereka merasa mereka tidak bersalah," katanya.

"Untuk saat ini Pak Yoris dan Pak Danu akan memiliki hak-hak nya sebagai manusia, kita sebagai kantor hukum sebagai praktisi hukum kita wajib untuk membantu, jadi alasannya sudah jelas di dua bulan belakang ini mereka merasa shock dan ketakutan yang luar biasa," ujarnya.

Dapat diketahui sebelumnya, pada 18 Agustus 2021 warga dari Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang dihebohkan dengan penemuan mayat dua perempuan yang ditumpuk didalam bagasi mobil mewah jenis alpard.

Keduanya tak lain yaitu seorang ibu bernama Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23). Pihak kepolisian meyakini bahwa keduanya merupakan korban dari perampasan nyawa.

Sementara itu, sudah berjalan 64 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut pihak kepolisian masih terus berupaya untuk mengungkap kasus yang sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Sejauh ini, sudah 54 saksi dalam pengungkapan kasus sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved