Breaking News:

Ridwan Kamil Tuntut Sekolah Tanggung Jawab Atas Wafatnya 11 Siswa dan Larang Gelar Susur Sungai

Kang Emil juga meminta pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian yang merenggut nyawa 11 santri.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (1/12/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyinggung agar Menko Polhukam Mahfud MD ikut bertanggung jawab atas kisruhnya kerumunan massa di acara Rizieq Shihab. 

TRIBUNCIREBON.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta pihak sekolah bertanggung jawab atas meninggalnya 11 murid MTs saat susur sungai.

Ridwan Kamil juga meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi terkait tragedi maut susur sungai MTs Harapan Baru Pondok Pesantren Cijantung, yang menelan nyawa 11 santri.

Untuk informasi, 11 santri ini tutup usia saat mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur pada Jumat (15/10/2021) kemarin sore, sekira pukul 15.00 WIB.

“Saya minta dilakukan evaluasi menyeluruh, dan BPBD Jabar untuk melakukan terus penyisiran, tapi semua sudah ditemukan dan saya melarang adanya susur sungai di masa depan,” ujar Ridwan Kamil saat takziah di kediaman salah satu korban meninggal dunia, Muhammad Kafka Firmansyah, di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (16/10/2021).

Suasana pemakaman Dea Rizki (13), warga Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Dea merupaka korban tragedi maut susur Sungai Cileueur di Kabupaten Ciamis
Suasana pemakaman Dea Rizki (13), warga Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Dea merupaka korban tragedi maut susur Sungai Cileueur di Kabupaten Ciamis (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Pria yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, kegiatan susur sungai bisa dilaksanakan bilamana mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Barat.

“Kecuali sudah ada SOP yang jelas dari BPBD, oleh karena itu saya minta BPBD menyusun SOP bagaimana kegiatan alam itu bisa dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan,” tuturnya

“Saya minta BPBD bekerjasama dengan pecinta alam profesional seperti Wanadri agar tidak terulang lagi hal-hal seperti ini,” timpalnya.

Selain itu, Kang Emil juga meminta pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian yang merenggut nyawa 11 santri.

 “Saya minta sekolah juga bertanggungjawab dan terus menjadikan ini sebagai hikmah karena kehilangan satu nyawa itu tidak bisa digantikan dengan apapun, apalagi jumlahnya tidak sedikit,” tuturnya.

Baca juga: Sungai Cileueur Ciamis Disebut Angker, Siswa Ini Kabur Ketakutan Ikut Susur Sungai, Ini Katanya

Lebih lanjut, Kang Emil secara tegas juga meminta seluruh kegiatan di alam terbuka seperti susur sungai dihentikan, mengingat telah memasuki musim penghujan.

 
“Dihentikan, sudah musim hujan ini para pembina tolong lebih sensitif pada hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan air, susur sungai juga kan potensinya rawan, karenakan pernah terjadi juga,” imbuhnya,
Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved