Breaking News:

Tragedi Susur Sungai di Ciamis

KESAKSIAN Yadi Pemancing di Sungai Cileueur: Sudah Teriak Mengingatkan, Mereka Tetap Nyeberang

saat melakukan penyeberangan secara beruntun dan berpegangan tangan tersebut. Ada yang terpleset dan tenggelam, yang lain juga ikut terseret 

Editor: Machmud Mubarok
(tribunjabar/andri m dani)
Yadi Surya (23) warga, salah seorang saksi mata tragedi Susur Sungai Cileueur. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id di Ciamis, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Saat kejadian tragedi tenggelamnya belasan siswa MTs Harapan Baru Cijantung yang mengikuti kegiatan susur sungai Jumat (15/10) sore sekitar 15.00 tersebut ada 4 orang warga yang sedang memancing di Leuwi Ili Sungai Cileueur.

Masing-masing Yadi Surya (23), warga Dusun Bojong Nangoh Desa Utama  dan rekannya Alfin. Yayan dan Raihan.

“Yang duluan mancing adalah Alfin, dia sekitar pukul 14.00 sudah dilokasi. Saya menyusul kemudian. Di lokasi kejadian sudah banyak siswa berpakaian pramuka, katanya ada kegiatan mau nyebrang sungai,” ujar Yadi Surya kepada Tribun di lokasi kejadian Leuwi Ili Sabtu (16/10) siang.

Informasi nya ada 150 siswa dan guru pembimbing yang mengikuti kegiatan. Mau menyeberang dari arah Barat menuju Timur.

“Kami sudah ingatkan, teriak-teriak, jangan nyeberang karena batunya licin. Kami sudah larang jangan nyebrang. Dan lagi kalau mereka nyebrang ramai-ramai kan menganggu kami yang lagi mancing. Tapi teriakan kami tidak digubris, mungkin tidak terdengar. Meski airnya cukup tenang kan cukup berbahaya, batunya licin. Dan hari itu kan Jumat.” katanya.

Baca juga: 4 Saksi Dimintai Keterangan Kasus Susur Sungai Cileueur, Kapolres Ciamis: Pihak Sekolah Belum

Baca juga: Niat ke Pesantren Antar Obat, DedeTemukan Anaknya Sudah Meninggal Tenggelam di Sungai Cileueur

Rombongan siswa dan pembimbing tersebut tetap menyeberang ramai-ramai sambil berpegangan tangan, di lokasi ruas sungai yang akan diseberangi sudah dipasangi patok dua titik potongan bambu. Mungkin sebelumnya ada survei dulu, Titik penyeberangan tersebut di ujung Leuwi Ili di lokasi yang agak dangkal.

“Tetapi saat melakukan penyeberangan secara beruntun dan berpegangan tangan tersebut. Ada yang terpleset dan tenggelam, yang lain juga ikut terseret  ke arah palung air yang dalam. Suasana menjadi panik. Awalnya tidak diketahui berapa  jumlah yang tenggelam,” ujar Yadi, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas TPR Terminal Ciamis tersebut.

Menyaksikan ada banyak siswa berikut guru pembimbing yang tenggelam terseret arus Leuwi Ili tersebut, Yadi bersama tiga rekannya langsung mencebur masuk leuwi menyelamat siswa yang sedang mulai tenggelam.

“Saya berhasil menyelamatkan 5 orang semuanya laki-laki. Tiga diantaranya adalah guru pembimbing. Ada yang sampai kesurupan, ngomong yang tidak dimengerti,” ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved