Breaking News:

Akal-akalan Dapat Duit, Pelajar di Indramayu Ini Bilang Mau Sekolah Tatap Muka, Padahal Masih Daring

Mereka membolos dan malah nongkrong saat masih berlangsung jam sekolah ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Petugas Satpol PP merazia para pelajar tingkat SMA yang ketahuan bolos di Kuliner Cimanuk (Kulcim) Kabupaten Indramayu, Kamis (14/10/2021).

Mereka membolos dan malah nongkrong saat masih berlangsung jam sekolah ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Sebagian lagi, diketahui berpura-pura berangkat ke sekolah padahal seharusnya mereka dijadwalkan belajar daring.

Alasan para siswa itu diketahui dengan berangkat ke sekolah bisa mendapat uang jajan.

Kondisi ini pun mendapat sorotan dari kalangan akademisi.

Salah seorang akademisi, Hadi Santosa menilai, hal tersebut dikarenakan kurangnya peran aktif dari orang tua dalam memantau proses belajar anak.

"Harus ada peran orang tua di sini, seharusnya orang tua tahu apakah anaknya dijadwalkan belajar di sekolah atau daring," ujar dia yang sekaligus dosen di AMIK Purnama Niaga Indramayu kepada Tribuncirebon.com.

Masih disampaikan Hadi Santosa, pihak sekolah pun seharusnya melakukan pertemuan dengan orang tua.

Atau paling tidak, kata dia, memberi tahu orang tua siswa terkait jadwal sekolah anaknya di masa pandemi.

Sehingga orang tua siswa pun bisa mengetahui apakah anaknya harus berangkat atau tidak ke sekolah.

Tindakan yang dilakukan para siswa itu pun, disampaikan dia, bertentangan dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.

Mengingat dalam regulasinya, PTM Terbatas dibuat untuk mengurangi kerumunan demi mencegah penularan virus corona.

Seperti membatasi jumlah siswa, dengan cara menjadwal belajar siswa di sekolah hanya 3 hari dalam seminggu.

"Ini tentu harus menjadi perhatian bersama," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved