Breaking News:

Pintu Kedatangan Internasional Segera Dibuka, Satgas Minta Pelaku Perjalanan Taat Protokol Kesehatan

Pembukaan kembali pintu kedatangan internasional tersebut tentu akan dilakukan dengan bertahap dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

BNPB Indonesia
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

TRIBUN- Satgas Covid-19 menegaskan bahwa pembukaan kembali pintu kedatangan internasional akan dilakukan secara bertahap sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi masyarakat.

Adapun pembukaan kembali pintu kedatangan internasional tersebut tentu akan dilakukan dengan bertahap dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Rincian pengaturan ini akan dituangkan dalam surat edaran Satgas dan akan disampaikan segera. Pemerintah sedang merancang kebijakan dengan hati-hati agar pemulihan ekonomi bisa berjalan secara aman," Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran live BNPB Indonesia, Selasa (12/10/2021).

Wiku mengatakan, penerapan kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap sebagai antisipasi potensi kenaikan kasus Covid-19 dan semua pelaku perjalanan wajib untuk menaati aturan yang telah ditetapkan.

"Apabila ada peserta perjalanan yang tidak memenuhi syarat atau tidak mematuhi aturan akan ditolak untuk masuk ke Indonesia dan diminta pulang ke negara asalnya," jelas Wiku.

Satgas Covid-19 meminta kepada semua pihak yang diberikan wewenang untuk melaksanakan dan mengawasi jalannya kebijakan ini dalam melakukan tugasnya dengan bertanggung jawab.

"Jika ditemukan pelanggaran disiplin dari petugas di lapangan akan diberikan sanksi tegas. Penting untuk diingat bahwa meskipun saat ini kita tengah berupaya melakukan pemulihan ekonomi, keamanan dan kesehatan masyarakat Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama," kata Wiku.

Wiku menjelaskan bahwa pembukaan kedatangan internasional oleh Indonesia akan dilakukan dengan hati-hati salah satunya dengan penetapan syarat asal kedatangan penetapan 18 negara.

Syaratnya yaitu beberapa negara level 1 dengan resiko rendah yaitu negara dengan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 kurang dari 20 per 100.000 penduduk kota kurang dari 5%.

Selain itu, beberapa negara lain level 2 atau disebut risiko sedang adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi antara 20 sampai dengan 50 per 100.000 penduduk dengan positif kurang dari 5%.

Selain itu, Wiku menjelaskan terkait pembukaan sektor wisata di beberapa titik.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan simulasi dalam beberapa hari ini sebelum resmi dibuka pada tanggal 14 Oktober mendatang.

"Skrining pelaku perjalanan internasional dilakukan secara ketat dan penuh kehati-hatian. Adanya penerapan durasi karantina menjadi 5 hari. Itu didasarkan dari persyaratan administratif ketat yaitu bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi, kesehatan dan bukti pemesanan akomodasi karantina yang menjamin orang yang masuk ialah orang yang benar-benar sehat khusus.

Terkait karantina, kata Wiku, pelaku perjalanan internasional akan diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Satgas Covid-19 daerah setempat

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved