Breaking News:

Pihak Farm House Angkat Bicara Soal Hebohnya Tarif Parkir 150 Ribu di Sekitar Objek Wisata Lembang 

Pengelola objek wisata Farm House Lembang angkat bicara terkait adanya tiga oknum warga yang mematok harga parkir Rp 150 ribu di sekitar objek wisata

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Ilustrasi: Kondisi arus lalu lintas di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (12/9/2021)). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Pengelola objek wisata Farm House Lembang angkat bicara terkait adanya tiga oknum warga yang mematok harga parkir Rp 150 ribu di sekitar objek wisata tersebut hingga akhirnya aksi mereka viral di sosial media.

Seperti diketahui, aksi parkir liar itu dilakukan oleh oknum warga berinisial KA (29), MJ (23), dan YC (41) terhadap pengelola bus pariwisata pada Sabtu (9/10/2021), di luar lahan parkir objek wisata Farm House, tetapi mereka sempat diamankan polisi.

Public Relation Farmhouse dan The Great Asia Africa Lembang, Intania Setiati mengatakan, dampak buruk dari peristiwa tersebut sudah dirasakan langsung karena citra objek wisata di Lembang menjadi tercoreng.

Wahana wisata Farm House Lembang
Wahana wisata Farm House Lembang (Java Travel)

"Dampaknya orang yang inginnya berlibur, tapi kena tarif parkir mahal bakal kecewa dan malas balik lagi. Tapi dengan ditindak langsung seperti itu, kami sangat berterima kasih," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/10/2021).

Intan memastikan, adanya oknum yang mematok tarif parkir cukup mahal itu sama sekali tidak melibatkan pihaknya sebagai pengelola wisata yang dituju wisatawan. 

"Jadi, wewenang mereka memarkir juga bukan dari kita karena kan posisinya di luar objek wisata," kata Intan.

Ia mengatakan, adanya tarif parkir liar yang dikelola oleh warga di dekat objek wisata Farmhouse dan The Great Asia Africa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu dengan korban wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua. 

"Kemudian dikoordinasikan dengan pihak desa dan pelakunya dibina. Tapi enggak lama akhirnya terulang lagi. Jadi ada yang sengaja mengambil kesempatan di momentum mulai ramai wisatawan ke Lembang," ucapnya.

Di sisi lain pihaknya berharap kehadiran objek wisata di Lembang ini bisa menghidupkan roda perekonomian warga sekitar dengan cara mengelola kantong parkir, berjualan oleh-oleh, dan jajanan bagi wisatawan. 

"Tapi dengan harga sewajarnya biar wisatawan itu enggak kapok. Selain memang kita pekerjakan 75 persen warga sekitar," kata Intan.

Baca juga: Warga Palak Bus Pariwisata Rombongan ke Farm House Lembang, Parkir Rp 150 Ribu, Disparbud KBB Marah

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved