Breaking News:

Pelaku Teror Pelemparan Batu di SMP PGRI Sindang Indramayu Masih Misteri, Dikira Ada Maling

Kepala SMP PGRI Sindang, Yuhaeriyah mengatakan, tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku yang meneror sekolahnya tersebut.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Kondisi kaca pecah di ruangan di SMP PGRI Sindang Indramayu, Rabu (13/10/2021). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kaca di sebanyak 3 ruangan SMP PGRI Sindang Indramayu pecah setelah diteror orang tidak dikenal.
Ada 6 buah batu sebesar bola tenis pun ditemukan pihak sekolah seusai kejadian tersebut.
Kepala SMP PGRI Sindang, Yuhaeriyah mengatakan, tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku yang meneror sekolahnya tersebut.
Kejadian pelemparan batu itu diketahui terjadi dua hari berturut-turut saat malam hari.
Masing-masing terjadi pada Jumat (8/10/2021) malam dan Minggu (10/10/2021) malam.
Kondisi kaca pecah di ruangan di SMP PGRI Sindang Indramayu, Rabu (13/10/2021).
Kondisi kaca pecah di ruangan di SMP PGRI Sindang Indramayu, Rabu (13/10/2021). (Handhika Rahman/Tribuncirebon.com)
Pihak sekolah baru menyadari kejadian itu pada besok pagi harinya setelah mendapati pecahan kaca disertai batu besar.
"Motifnya apa kami juga tidak tahu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (13/10/2021).
Yuhaeriyah menyampaikan, pihak sekolah awalnya mencurigai adanya pencurian.
Mengingat ruangan pertama yang menjadi sasaran adalah ruang guru, terlebih kasus pencurian sebelumnya juga pernah terjadi di sekolah setempat.
Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada satu pun barang yang hilang, hanya ada pecahan kaca bekas dilempar batu.
Yang membuat pihak sekolah heran, 2 ruang kelas siswa diketahui juga ikut menjadi sasaran, yakni kelas 7 dan kelas 9.
Dalam hal ini, pihak sekolah juga memastikan bahwa siswa di sekolahnya tidak pernah terlibat tawuran atau semacamnya.
Hingga saat ini pun, pelaku pelemparan batu tersebut masih menjadi misteri.
Pihak sekolah berharap, adanya upaya dari pemerintah maupun kepolisian untuk melakukan langkah antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Yakni, lanjut dia, demi kenyamanan dan keamanan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Tapi kami juga menaruh curiga apakah ini akibat ulah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kami belum tahu motif dan pelakunya siapa," ujar dia.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved