Breaking News:

Kisah Mistis Saat Pemindahan Meriam Si Jagur ke Halaman Kantor Disparbud Karawang, Libatkan Kuncen

ketika ada yang memindahkan meriam itu, dikatakan Firman, maka akan jatuh sakit berkepanjangan sebelum meriam itu dikembalikan

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Cikwan Suwandi
Meriam Si Jagur dari Utara Karawang kini telah dipajang di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, setelah puluhan tahun terbengkalai di bekas Kantor Kawedanaan Rengasdengklok. 

Sekilas Si Jagur

Di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang terpajang sebuah besi tua bekas  senjata meriam.

Warnanya kini sudah mengkilap hitam. Kendati di simpan di halaman, tak sembarangan orang untuk menyentuhnya, rantai menjaganya dari tangan orang jahil dan beton putih menjadi penyanggahnya dari tanah.

Maklum saja, hampir 78 tahun dari 1941 hingga 2019. Meriam berjuluk "Si Jagur dari Utara Karawang" itu terbengkalai dalam sebuah bangunan bekas Kantor Kawedanaan Rengasdengklok yang menjadi  tempat parkir Pasar Tradisional.

"Kita selamatkan pada Tahun 2020 dan membawanya ke Kantor Dinas," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Firman Sofyan kepada Tribun Jabar, Rabu (13/10/2021).

Firman mengungkapkan, Si Jagur merupakan sebutan untuk meriam tersebut dari masyarakat. "Memang sudah julukan dari warga sekitar," katanya.

Si Jagur diperkirakan dibuat pada Tahun 1884. Saat itu ia menjadi senjata tercanggih untuk menjaga Benteng Belanda Distrik Cabangbungin dalam mengamankan pelabuhan dan gudang garam milik Belanda.

"Meriam ini digunakan untuk melindungi serangan perahu-perahu dari laut utara," katanya.

Kemudian, setelah Benteng Belanda Distrik Cabangbungin hancur dan tidak berfungsi. Meriam itu dipindahkan ke Kantor Kawedanaan Rengasdengklok pada Tahun 1941.

Meriam ini berukuran panjang 164 cm, diameter atas 23 cm, diameter bawah 33 cm. "Kalau untuk beratnya saya kurang tahu, tetapi memang cukup berat," katanya.

Firman mengakui, saat ini terpajangnya Si Jagur di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang menjadi daya tarik untuk dikunjungi warga.

"Banyak warga yang saat ini foto dengan meriam," katanya. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved