Breaking News:

Sosok

SOSOK Bupati Nonaktif Probolinggo Puput Tantriana, Jadi Tersangka KPK Kasus Gratifikasi & Cuci Uang

Berikut ini sosok profil Bupati nonaktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari, yang ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi

Editor: Machmud Mubarok
Kolase Surya.id
Bupati Nonaktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari, ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang. 

TRIBUNCIREBON.COM - Berikut ini sosok profil Bupati nonaktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari, yang ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga anggota nonaktif DPR Hasan Aminuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya, Puput dan Hasan merupakan tersangka dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

"Dalam perkara ini, setelah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, tim penyidik melakukan pengembangan perkara khusus untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari) dan tersangka HA (Hasan Aminuddin) dengan kembali menetapkan kedua tersangka tersebut dengan dugaan gratifikasi dan TPPU," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021). 

"Pengumpulan alat bukti untuk pengembangan perkara dimaksud, saat ini telah dilakukan di antaranya dengan memanggil saksi-saksi yang diduga mengetahui perbuatan para tersangka," ucap dia.

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Bupati Probolinggo Puput Tantriana dan Suaminya yang Anggota DPR RI

Baca juga: 3 Anggota Polres Probolinggo Teler di Kamar Vila Usai Pesta Miras dan Sabu, Ini Kata Kapolres

Penyidik KPK, ujar Ali, telah memeriksa 11 orang sebagai saksi untuk perkara ini pada Senin (11/10/2021), bertempat di Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur.

Mereka adalah Sekretaris Daerah Kab Probolinggo, Soeparwiyoni, Kepala Badan Kepegawaian Hudan Syarifuddin, Kadis Tenaga Kerja Doddy Nur Baskoro dan Kadis Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kab Probolinggo Sugeng Wiyanto. 

Kadis Perikanan Dedy Isfandi, Sekretaris Dinas Perpustakaan Mariono dan Honorer pada Dinas PUPR Winata Leo Chandra, pensiunan/anggota DPRD F Nasdem Sugito, perangkat Desa Hendro Purnomo, notaris Hapsoro Widyonondo Sigid dan swasta, Pudjo Widjaksono.

Sebelumnya pada Sabtu (9/10/2021), ujar Ali, tim penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan kepada enam orang saksi. Mereka terdiri dari lima pegawai negeri sipil (PNS) bernama Miske, Meliana Dita, El Shinta N, Winda Permata, dan Tatug Edi U, serta satu wiraswasta bernama Nunik.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dan kepemilikan aset dari tersangka PTS dan tersangka HA," ucap Ali. Puput dan Hasan Aminuddin dijerat Pasal 12B Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  Keduanya juga disangkakan Pasal 3 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved