Breaking News:

Penderitaan TKI di Negeri Orang

Penderitaan TKI Asal Lembang 7 Tahun di Malaysia Berakhir, Pulang ke Cikole, Curhat Kejamnya Majikan

Kini, endik mengaku lega dan bahagia bisa kembali ke Indonesia setelah selama 7 tahun bekerja di Malaysia

istimewa
Pihak keluarga saat menyambut kedatangan Endik yang baru pulang dari Malaysia, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Seorang Tenaga Kerja (TKI) Endik Sopandi (45) akhirnya bisa pulang dan bertemu dengan keluarganya setelah sempat merasakan perihnya hidup karena saat merantau, dia sakit selama 6 bulan di Malaysia.

Isak tangis haru dari keluarganya pun tak terbendung saat Endik tiba di kediamannya di Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Senin (11/10/2021) petang.

Sambil memeluk Endik, istri dan orangtuanya tak mampu untuk membendung air mata bahagia, bahkan putrinya tak henti-hentinya menangis tersedu sambil terus memeluk Endik karena sudah 7 tahun mereka tidak bertemu.

"Saya sakit urat kejepit hingga terpaksa cuti bekerja selama enam bulan, muntah-muntah darah setiap hari. Untuk makan, saya harus berhutang. Mau pulang tapi enggak ada paspor, tidak punya uang," ujar Endik saat ditemui di rumahnya.

Kini, endik mengaku lega dan bahagia bisa kembali ke Indonesia setelah selama 7 tahun bekerja di Malaysia karena selama bekerja di sana ia lebih sering menerima penderitaan hingga akhirnya mengalami sakit parah.

"Alhamdulillah saya bisa balik lagi ke sini. Terima kasih untuk semuanya. Alhamdulillah bisa kumpul lagi bersama keluarga," katanya.

Saat itu, Endik berangkat secara ilegal dan harus mengeluarkan biaya sebesar 38 ribu ringgit atau sekitar Rp 12 juta kepada sebuah agen dengan iming-iming gaji yang cukup besar.

"Kemudian, saat di Malaysia saya menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi sopir di salah satu tempat pencucian kendaraan, buruh perkebunan kelapa sawit sampai akhirnya terlantar di Malaysia," ucap Endik.

Endik bahkan meminta pertolongan kepada pemerintah Indonesia agar segera dipulangkan ke tanah air karena sudah tidak tahan sakit-sakitan dan terus menyusahkan rekan-rekannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk obat-obatan

Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Bandung Barat, Sutrisno mengatakan, untuk memulangkan Endik, pihaknya terlebih dahulu berkirim surat ke Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia terkait kondisi Endik. 

"Tapi ketiadaan paspor Endik yang ditahan perusahaannya tempat bekerja sempat menjadi kendala. Karena yang bersangkutan ini enggak ada paspor, riskan untuk keluar dari perkebunan, maka harus dijemput Konjen dan alhamdulillah berhasil dievakuasi dari perkebunan," katanya.

Setelah menempuh prosedur yang cukup panjang, Endik kemudian bisa dipulangkan dengan biaya ditanggung pemerintah dan saat itu Endik  langsung dijemput Disnakertrans dan perwakilan BP2MI di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Endik sempat meminta pertolongan agar bisa dipulangkan dari Negeri Jiran itu lantaran ia sakit-sakitan dan tak punya uang untuk bertahan hidup di perantauan setelah tak mampu bekerja lagi.

"Saya enggak bisa kerja karena muntah darah setiap hari. Ke pengurus, aparat pemerintah saya minta tolong untuk dipulangkan. Saya enggak punya biaya, enggak punya dokumen hanya KK dan KTP," ujarnya melalui sebuah rekaman video berdurasi 12 menit yang diterima Tribun, 15 Juni 2021 lalu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved