Breaking News:

Dulu Sesumbar Hidup Bersama Corona, Negara Ini Malah Alami Lonjakan 3000 Kasus Covid per Hari

Minggu (10/10/2021), kasus Covid-19 di Singapura mencapai lebih dari 3.000 kasus baru selama lima hari berturut-turut.

Freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNCIREBON.COM- Kasus positif covid-19 di Indonesia memang telah turun drastis.

Rata-rata kasus virus corona di Indonesia mencapai 1,3 kasus per hari.

Walau begitu, di sejumlah negara, masih ada yang melaporkan lonjakan kasus Covid-19.

Salah satunya adalah Singapura.

Dilansir dari kompas.com pada Minggu (10/10/2021), kasus Covid-19 di Singapura mencapai lebih dari 3.000 kasus baru selama lima hari berturut-turut.

Pada Sabtu (9/10/2021), ada sekitar 3.703 kasus baru yang dilaporkan dengan 11 orang meninggal dunia.

Sejauh ini, itulah rekor kasus harian tertinggi di Singapura.

Sehingga hingga kini Singapura telah melaporkan total 124.157 kasus Covid-19 sejak awal pandemi.

Sementara kasus kematian akibat Covid-19 di Singapura berjumlah 153 kasus.

Walau begitu, pemerintah Singapura tetap melanjutkan hidup bersama Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Dia ingin melanjutkan strategi hidup bersama Covid-19, tanpa dilumpuhkan oleh rasa takut.

Bahkan dilaporkan bahwa negara maju di Asia Tenggara itu tidak akan ditutup meski di saat yang sama ada cukup banyak kasus Covid-19.

Ada beberapa alasan mengapa negara tetangga Indonesia itu percaya diri hidup bersama Covid-19.

Alasannya karena hampir 85 persen dari populasinya telah divaksinasi penuh.

“Kita perlu memperbarui pola pikir kita."

"Kita tidak boleh lumpuh oleh rasa takut."

"Mari melakukan aktivitas sehari-hari senormal mungkin, mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan,” ujar Lee.

Untuk berjaga-jaga, pemerintah akan melakukan beberapa cara antisipasi.

Pertama, memperluas vaksinasi massal.

Lalu melarang orang yang belum divaksinasi pergi ke mal, pusat makanan, atau acara lokal.

“Sekarang penyakit itu menjadi lebih mudah dikelola dengan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi,” tutur Lee.

Kepercayaan diri pemerintah Singapura untuk hidup bersama Covid-19 ditandai dengan membuka pintu masuk untuk 8 negara.

Mereka adalah Kanada, Denmark, Perancis, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya mereka juga membuka penerbangan dari Jerman dan Brunei pada September lalu.

“Semua 8 negara sudah terbuka untuk pelancong dari Singapura."

"Jadi akan memulihkan perjalanan dua arah bebas karantina antara Singapura dengan negara-negara tersebut,” ujar Menteri Perhubungan S Iswaran seperti dikutip dari CNB Internasional, Minggu (10/10/2021).

Tentu saja para wisatawan itu harus membawa sejumlah dokumen seperti sertifikat vaksin dan melakukan tes swab sebelum berangkat.

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved