Breaking News:

Kegiatan Pramuka di SMA Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler, Ketua Kwarcab Kuningan Ungkap Begini

kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan satu kesatuan dalam membangun karakter pelajar agar berkualitas

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kegiatan Pramuka di SMAN 1 Garawangi, Kuningan, Jumat (8/10/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pelaksanaan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler di setiap sekolah  merupakan agenda wajib bagi pelajar baru di tingkat menengah ke atas.

"Adanya kegiatan Pramuka ini jelas kami bangga, sebab kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan satu kesatuan dalam membangun karakter pelajar agar berkualitas saat usai mengabdikan diri di lingkungan masyarakat," kata Ketua Kwartir Cabang Kuningan, Rana Suparman di sela kegiatan kunjungan kerja di SMAN 1 Garawangi, Kuningan, Jawa Barat, Jum'at (8/10/2021).

Kebanggaan ini, Rana yang juga mantan Ketua DPRD Kuningan ini mengaku sangat bangga, karena dua tahun ke belakang ketika ada pandemi Covid-19, anak-anak tidak sempat memakai baju Pramuka dan ikut bergabung dengan teman-teman saling tukar pikiran serta tidak sempat bekerjasama.

"Jadi, adanya ini merupakan kebanggaan bagi pelajar sekaligus anggota Pramuka serta civitas akademik. Tentu dalam pelaksanaannya tetap mengacu pada protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: HUT ke-60 Pramuka di Majalengka Diisi Kegiatan Pembagian Paket Sembako dan Donor Darah

Rana menyebut nilai kebaikan dalam kegiatan seperti ini. Bisa terlihat bagaimana anggota Pramuka satu sama lain ini guyub dalam memeragakan suatu kegiatan.

"Seperti dalam pembuatan bangunan jembatan dari bambu. Proses pembuatan itu jelas memiliki nilai kepuasan yang di miliki para anggota Pramuka, ini bisa menjadikan sebagai pembelajaran lingkungan dalam menolong sesama dan cinta alam.

Contoh, ketika suatu daerah alami musibah dan harus dibangunkan jembatan, jadi adik adik ini tidak akan kaget dan gelisah. Melainkan akan bekerja sesuai dengan pengalaman seperti sekarang yang dilakukan," katanya.

Rana  mengapresiasi terhadap Kamabigus (Kakak Majlis Pembina Gugus) saat memberikan kesempatan kepada kakak yang lain dengan berpegang teguh Prokes dan prosedur kesehatan itu bahwa KBM juga masih terpadu berdasarkan absensi atau pengaturan lain seperti 50 persen saat PTM (Pembelajaran Tatap Muka).

"Ini kenapa dihidupkan kembali, mencoba untuk bersenyawa, satu frekuensi ditingkat sekolah. Anak - anak sudah sadar menghadapi pandemi, yang ikut menjadi corong melakukan pencegahan pandemi. Meski demikian, kita belum berani melakukan camping, karena harus melihat jarak tenda dan kegiatan itu secara teknis," katanya.

Sementara Kepala SMAN 1 Garawangi, Kuningan Dedi Hidayat mengatakan sangat berbangga kedatangan ketua Kwarcab, terlebih dalam kegiatan wajib Pramuka ini.

"Kami bangga bisa dikunjungi Kak Kwarcab. Apalagi ini merupakan pertemuan ketiga yang selalu taat prokes. Seperti di awal dilakukan tes suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan serta menggunakan masker," ungkapnya.

Dedi mengaku jumlah murid di SMAN 1 Garawangi ada sebanyak 1038 siswa dengan sejumlah 30 kelas. "Dalam pelaksanaan PTM 50 persen dan pelaksanaan itu menggunakan kelas dengan pembagian dalam satu Minggu sekali," katanya.

Kemudian untuk kuota vaksinasi di pelajar itu semuanya sudah dilakukan kerjasama dengan kodim 200 orang, kemudian di susul kerjasam dengan Puskesmas Garawangi 1.000 kuota. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved