Breaking News:

Polres Majalengka Siagakan Puluhan Personel Demi Cegah Bentrokan Lagi di PG Jatitujuh Terulang

Setelah terjadi bentrokan maut di wilayah lahan PG Jatitujuh, Polres Majalengka meningkatkan penjagaan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/EKi Yulianto
Puluhan personel Polres Majalengka melakukan patroli di kawasan lahan tebu PG Jatitujuh paskah bentrokan antar kelompok tani beberapa waktu lalu  

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Setelah terjadi bentrokan maut di wilayah lahan PG Jatitujuh, Polres Majalengka meningkatkan penjagaan.

Khususnya, di perbatasan Majalengka-Indramayu dimana lokasi lahan tebu tersebut rawan bentrokan yang melibatkan dua kelompok tani tersebut.

Selain itu, patroli terus diintensifkan untuk menghindari adanya gerakan massa sebagai imbas provokasi dari pihak-pihak yang memanfaatkan situasi itu.

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi mengatakan, ada sekitar 50 personel yang berpatroli di sekitar TKP bentrok yang menewaskan dua warga Majalengka itu.

"Seusai terjadinya bentrok di sekitar PG Jatitujuh, Polres Majalengka melakukan peningkatan pengamanan di wilayah tersebut. Kami telah menugaskan sekitar 50 personel untuk secara bergantian melaksanakan patroli dan pengamanan ke objek-objek di sekitar tempat penanaman tebu," ujar Edwin kepada media di Mapolres setempat, Rabu (6/10/2021).

Patroli tersebut, sebagai lanjutan dari imbauan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.

Edwin menjelaskan, pihaknya sudah meminta secara langsung kepada masyarakat sekitar untuk tidak terpancing hasutan yang mungkin muncul disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Kita maksudkan agar tidak terjadi lagi serangan ataupun ada provokasi-provokasi dari warga. Polres Majalengka juga telah mendatangi korban duka bersama Pak Bupati dan Dandim, untuk memberikan imbauan kepada warga agar tidak terprovokasi," ucapnya.

Seperti diketahui, perselisihan lahan berujung maut terjadi di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Majalengka, Senin (4/10/2021).

Perselisihan itu mengakibatkan renggutnya dua warga asal Kabupaten Majalengka bernama Suhenda dan Yayan.

Dua korban sendiri merupakan kelompok dari kemitraan PG Jatitujuh yang mana berselisih lahan dengan kelompok Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) Kabupaten Indramayu.

Peristiwa tersebut terjadi di petak 112 wilayah Kerticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu sekitar pukul 11.00 WIB kemarin.

Baca juga: TERUNGKAP, Motif di Balik Hilangnya Nyawa Dua Petani di Lahan Tebu Jatitujuh, Ini Kata Polisi

Baca juga: Terungkap, Ini Peran Ketua F-Kamis yang Ditetapkan Tersangka Dalam Tragedi Berdarah Lahan Tebu

Baca juga: Anak Buah AHY Yakin Anggota DPRD Indramayu Tak Terlibat Kasus Lahan Tebu, Padahal Jadi Tersangka

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved