Breaking News:

Konflik Afghanistan

Foto Taliban Gantung 3 Jenazah Gunakan Alat Berat di Afghanistan, Diduga Mereka adalah Perampok

Baru-baru ini kelompok Taliban disebut menggantung mayat tiga orang yang diduga perampok menggunakan backhoe di Provinsi Herat Afghanistan

Editor: Mumu Mujahidin
(AFP via The Sun)
Dua dari tiga jenazah terduga perampok yang digantung Taliban di Distrik Obe, Provinsi Herat, Afghanistan, pada Selasa 5 Oktober 2021 

TRIBUNCIREBON.COM - Lagi-lagi potret kekejaman diperlihatkan kelompok Taliban di Afghanistan.

Baru-baru ini kelompok Taliban disebut menggantung mayat tiga orang yang diduga perampok menggunakan backhoe di Provinsi Herat.

Wakil gubernur Mawlawi Shir Ahmad Muhajir, ketiganya dibunuh karena memasuki rumah seorang pria dan berusaha merampoknya.

Dalam foto yang viral di media sosial, tiga jenazah itu nampak menggantung di udara dalam kejadian di Distrik Obe.

Dilansir The Sun Selasa (5/10/2021), warga yang kebetulan melintas kemudian memotret tiga mayat yang digantung itu.

Dua dari tiga jenazah terduga perampok yang digantung Taliban di Distrik Obe, Provinsi Herat, Afghanistan, pada Selasa 5 Oktober 2021
Dua dari tiga jenazah terduga perampok yang digantung Taliban di Distrik Obe, Provinsi Herat, Afghanistan, pada Selasa 5 Oktober 2021 ((AFP via The Sun))

Pemandangan mengerikan itu merupakan contoh lain dari praktik yang dilakukan Taliban, sejak mereka berkuasa pada 15 Agustus.

Beberapa pekan sebelumnya, milisi juga sempat menggantung empat jasad yang diduga merupakan penculik di alun-alun kota Herat.

Saksi mengungkapkan, empat jenazah tersebut diseret ke alun-alun Herat, dengan salah satunya ditaruh di crane.

Wazir Ahmad Seddiqi, yang mengelola toko obat kepada AP berujar, keempat orang itu dituding melakukan penculikan.

Baca juga: Ibu Kota Afghanistan Terancam Gelap Gulita Seusai Taliban Berhenti Bayar Listrik: Sangat Berbahaya

Sejak menguasai Afghanistan pada Agustus, milisi sudah menerapkan sejumlah kebijakan periode pertama mereka, 1995-2001 silam.

Di antaranya adalah melarang perempuan untuk kembali ke sekolah maupun kampus, dengan dalih untuk mempersiapkan lingkungan yang lebih kondusif.

Taliban juga membubarkan kementerian khusus perempuan, dan menggantinya dengan badan yang fokus kepada moral.

Milisi juga menyatakan, mereka berencana memberlakukan kembali hukuman seperti potong tangan untuk pencuri.

Kasus Serupa: Taliban Gantung Mayat di Alun-alun

Hal mengejutkan kembali terjadi di Afghanistan, pada Sabtu (25/9/2021).

Taliban menggantung mayat pada sebuah crane di alun-alun utama kota Herat, Afghanistan barat.

Hal mengerikan tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai tanda kembalinya metode kekerasan Taliban di masa lalu.

Wazir Ahmad Seddiqi, seorang pemilik apotek di sisi alun-alun mengatakan kepada Associated Press, empat mayat dibawa ke alun-alun pusat Herat.

Kemudian, tiga mayat dipindahkan ke bagian lain kota untuk dipamerkan kepada publik, sebagaimana dikutip dari Fox News.

Seddiqi mengatakan Taliban membuat pengumuman di alun-alun bahwa keempatnya tertangkap karena terlibat dalam penculikan.

Baca juga: Puncak Kekuasaan Taliban di Afghanistan Diprediksi akan Berakhir, Ini Kesalahan Fatal yang Dibuatnya

Baca juga: Amerika Serikat Kutuk Rencana Taliban untuk Lanjutkan Hukuman Amputasi dan Eksekusi di Afghanistan

Baca juga: KTT Quad Serukan Taliban Hormati HAM di Afghanistan Termasuk Perempuan, Anak-anak dan Minoritas

Kemudian mereka dibunuh oleh polisi.

Ziaulhaq Jalali, seorang kepala polisi distrik, mengatakan bahwa setelah baku tembak, anggota  Taliban menyelamatkan seorang ayah dan anak yang diculik.

Dia mengatakan para penculik telah melukai seorang pendukung  Taliban dan seorang warga sipil.

Kemudian empat peculik tersebut tewas dalam baku tembak.

Taliban kembali Berkuasa

Sejak  Taliban menyerbu Kabul pada 15 Agustus dan menguasai negara itu, warga  Afghanistan dan orang-orang di seluruh dunia telah mengamati untuk melihat apakah mereka akan memberlakukan kembali aturan keras di akhir 1990-an.

Dikutip dari AP News, pemerintah  Taliban melakukan hukum rajam di depan umum dan amputasi anggota badan terhadap tersangka penjahat.

Beberapa di antaranya terjadi di depan banyak orang di sebuah stadion.

Baca juga: Taliban Terapkan Hukum Syariah, Hukuman Mati dan Amputasi Dipastikan Berlaku Lagi di Afghanistan

Baca juga: 1 Bulan Taliban Berkuasa, Tak Terdengar Lagi Suara Musik di Afghanistan

Baca juga: Komnas Perempuan Kecam Serangan Terhadap Perempuan Pembela HAM di Afghanistan dan Myanmar

Salah satu pendiri  Taliban mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pekan lalu bahwa gerakan garis keras akan kembali melakukan eksekusi dan potong tangan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan seperti itu merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Para pemimpin kelompok  Taliban tetap sepakat dalam aturan yang sangat konservatif, bahkan jika mereka menerima perubahan teknologi seperti ponsel dan video.

“Semua orang mengkritik kami atas hukuman di stadion, padahal kami tidak pernah berbicara apapun tentang hukuman yang mereka buat,” kata Mullah Nooruddin Turabi, salah satu pendukung  Taliban.

“Tidak ada yang bisa mengatur hukuman yang kami buat. Kami akan mengikuti Islam dan kami akan membuat hukum kami berdasarkan Al-Quran,” tambahnya.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Afghanistan, Ini Penyebabnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Taliban Gantung 3 Mayat Terduga Perampok Menggunakan Backhoe"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved