Breaking News:

Konflik Afghanistan

Foto Taliban Gantung 3 Jenazah Gunakan Alat Berat di Afghanistan, Diduga Mereka adalah Perampok

Baru-baru ini kelompok Taliban disebut menggantung mayat tiga orang yang diduga perampok menggunakan backhoe di Provinsi Herat Afghanistan

Editor: Mumu Mujahidin
(AFP via The Sun)
Dua dari tiga jenazah terduga perampok yang digantung Taliban di Distrik Obe, Provinsi Herat, Afghanistan, pada Selasa 5 Oktober 2021 

Hal mengejutkan kembali terjadi di Afghanistan, pada Sabtu (25/9/2021).

Taliban menggantung mayat pada sebuah crane di alun-alun utama kota Herat, Afghanistan barat.

Hal mengerikan tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai tanda kembalinya metode kekerasan Taliban di masa lalu.

Wazir Ahmad Seddiqi, seorang pemilik apotek di sisi alun-alun mengatakan kepada Associated Press, empat mayat dibawa ke alun-alun pusat Herat.

Kemudian, tiga mayat dipindahkan ke bagian lain kota untuk dipamerkan kepada publik, sebagaimana dikutip dari Fox News.

Seddiqi mengatakan Taliban membuat pengumuman di alun-alun bahwa keempatnya tertangkap karena terlibat dalam penculikan.

Baca juga: Puncak Kekuasaan Taliban di Afghanistan Diprediksi akan Berakhir, Ini Kesalahan Fatal yang Dibuatnya

Baca juga: Amerika Serikat Kutuk Rencana Taliban untuk Lanjutkan Hukuman Amputasi dan Eksekusi di Afghanistan

Baca juga: KTT Quad Serukan Taliban Hormati HAM di Afghanistan Termasuk Perempuan, Anak-anak dan Minoritas

Kemudian mereka dibunuh oleh polisi.

Ziaulhaq Jalali, seorang kepala polisi distrik, mengatakan bahwa setelah baku tembak, anggota  Taliban menyelamatkan seorang ayah dan anak yang diculik.

Dia mengatakan para penculik telah melukai seorang pendukung  Taliban dan seorang warga sipil.

Kemudian empat peculik tersebut tewas dalam baku tembak.

Taliban kembali Berkuasa

Sejak  Taliban menyerbu Kabul pada 15 Agustus dan menguasai negara itu, warga  Afghanistan dan orang-orang di seluruh dunia telah mengamati untuk melihat apakah mereka akan memberlakukan kembali aturan keras di akhir 1990-an.

Dikutip dari AP News, pemerintah  Taliban melakukan hukum rajam di depan umum dan amputasi anggota badan terhadap tersangka penjahat.

Beberapa di antaranya terjadi di depan banyak orang di sebuah stadion.

Baca juga: Taliban Terapkan Hukum Syariah, Hukuman Mati dan Amputasi Dipastikan Berlaku Lagi di Afghanistan

Baca juga: 1 Bulan Taliban Berkuasa, Tak Terdengar Lagi Suara Musik di Afghanistan

Baca juga: Komnas Perempuan Kecam Serangan Terhadap Perempuan Pembela HAM di Afghanistan dan Myanmar

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved