Breaking News:

Awas, Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 di Tasik Disebar dengan Cara Belanja di Warung Pinggir Jalan

Dua warga Pamarican, Kabupaten Ciamis, ditangkap polisi karena tepergok mengedarkan uang palsu (upal) dengan cara membelanjakannya.

Editor: dedy herdiana
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi uang pecahan Rp 50.000 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Aksi kejahatan menyebarkan uang palsu pecahan Rp 50.000 terjadi di wilayah Tasikmalaya.

Aksi itu terungkap, setelah polisi berhasil menangkap dua warga Pamarican, Kabupaten Ciamis yang tepergok mengedarkan uang palsu (upal) dengan cara membelanjakannya.

Kedua tersangka masing-masing Hs dan Ap, warga Kampung Sukajadi, Desa Sukasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Dari kedua tersangka, polisi menyita 214 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000. Selain itu juga sejumlah bungkus rokok yang dibeli dari warung.

Baca juga: Uang Palsu Rp 1 Miliar Dijual Rp 5 Juta ke Warga Lampung, Pelaku Pakai Modus Penggandaan Uang

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, mengungkapkan, dari pengakuan kedua tersangka, mereka membuat upal pecahan Rp 50 ribu di daerah Kota Banjar.

"Kami kasih terus mengembangkan kasusnya, bekerjasama dengan Perwakilan BI Tasikmalaya," kata Aszhari, di Mapolres, Rabu (6/10).

Modus yang dilakukan kedua tersangka, kata Kapolres, yakni uang palsu nominal Rp 50 ribu itu dibelikan rokok di warung-warung kecil pinggir jalan. 

"Kemudian keuntungan yang didapat kedua pelaku yakni uang kembalian yang sudah tentu asli digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Aszhari.

Kapolres mengimbau warga, terutama para pemilik warung pinggir jalan, agar berhati-hati jika ada pembelian dengan menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu sekadar membeli rokok.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, didampingi Kasatreskrim, AKP Septiawan Adi Prihartono, memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 50.000 saat rilis pengungkapan kasus tersebut, Rabu (6/10/2021).
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, didampingi Kasatreskrim, AKP Septiawan Adi Prihartono, memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 50.000 saat rilis pengungkapan kasus tersebut, Rabu (6/10/2021). (TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN)

"Sebaiknya diperiksa dulu. Kondisi uang palsu bagaimana pun mudah dikenali terutama kualitasnya tak sebagus uang asli," ujar Aszhari.

Ia menyebut tak menutup kemungkin masih ada pelaku lain yang masih gentayangan," kata Kapolres.

Kedua tersangka sendiri ditangkap di wilayah Kecamatan Kadipaten saat membelikan uang palsu di sejumlah warung. (firman suryaman)

Baca juga: Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 11 Miliar Beraksi Sejak Januari 2020, Beredar di Indramayu & Lampung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved