Breaking News:

Politik

Ada Remaja 15 Tahun Sebut Pemerintahan Jokowi Thogut, Begini Penjelasan Kepala Kesbangpol Garut

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut, Wahyudijaya, mengatakan pihaknya saat ini tengah berupaya mengembalikan anak

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut, Wahyudijaya 

"Waktu kami cek satu per satu yang puluhan orang tersebut, mereka mengaku tidak tahu apa-apa. Istilahnya dicatut sama yang bersangkutan," ungkapnya.

Pihak Kelurahan saat ini belum mengetahui asal muasal remaja tersebut terpapar paham radikalisme.

"Kami bekerja sama dengan Polres Garut untuk menyelidiki dan TP2TP2A untuk memulihkan anak ini," kata Suherman. 

Ciri-ciri Paham Radikal

Kasubbag TU Deputi I BNPT, Ahadi Wijayanto SE , MM, dalam sebuah acara beberapa waktu lalu, secara gamblang menjelaskan tentang perbedaan radikalisme dan terorisme. Menurut Ahadi, Secara definisi menurur UUD nomeor 15, tentang pemberantasan terorisme. Terorisme adalah, perbuatan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan teroros dan ancaman rasa takut secara keseluruhan.

Radikalisme suatu paham yang menginginkan perubahan sosial dengan menggunakan cara cara ekstrem, kelompok ini melakukan segala cara untuk mengubah tatanan masyarakat secara sosial.

Baca juga: Kepala BNPT Boy Rafli Amar Sebut Islam Bukan Teroris, dan Teroris pun Jelas Bukan Islam

Baca juga: Lantik FKPT se-Indonesia, Kepala BNPT Suhardi Alius Minta Pemda Aktif Berperan Tanggulangi Terorisme

Menurut Ahadi, awal terorisme dan radikalisme adalah intorelansi, sikap yang tidak dapat menerima perbedaan. Orang-orang yang ada di stadium awal ini mereka menarik diri, mereka tidak menerima adanya perbedaan dan menganggap dirinya paling benar, menganggap kelompok dan gurunya paling benar. Makanya yang berbeda dari mereka dianggap salah.

“Radikal yang negatif, biasanya ditandai oleh 4 hal, lebih mudah disingkat anti PBNU. Yaitu Anti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD. Itulah sifat radikal yang mengarah kepada terorisme,” kata Ahadi.

Cara Milenial Terpapar Paham Radikal

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan membagikan beragam cara generasi milenial yang terpapar paham radikal membohongi orang tua mereka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved