Breaking News:

Pengakuan Menantu yang Penjarakan Mertuanya di Bandung, Cekcok dan Ngaku Dipukuli, Ini Kronologinya

Arianto (32) menantu yang Polisikan mertuanya membeberkan kronologi peristiwa dugaan penganiayaan yang membuatnya melaporkan mertuanya

Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Borgol, Pengakuan Menantu yang Penjarakan Mertuanya di Bandung, Cekcok dan Ngaku Dipukuli, Ini Kronologinya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Inilah pengakuan menantu yang penjarakan mertuanya di Arcamanik, Kota Bandung.

Arianto (32) menantu yang Polisikan mertuanya membeberkan kronologi peristiwa dugaan penganiayaan yang membuatnya melaporkan mertuanya ke Polsek Arcamanik, Bandung.

Dikatakan Arianto, awal permasalahannya adalah soal jual beli perusahaan milik Muzakir (72), yang hendak dijual kepada Arianto dan istrinya Fitri (30).

Arianto mengaku sudah menyanggupi dan membayar sejumlah uang kepada mertuanya untuk membeli perusahaan percetakan itu.

"Tapi, tiba-tiba ayah (mertua) bilang kalau perusahaan tak dijual. Hemat saya, mau dijual atau tidak, tidak masalah, tapi uang yang sudah masuk bagaimana" ujar Arianto, saat ditemui di Jalan Talaga Bodas, Selasa (5/10/2021).

Saat itu, kata dia, muncul kesepakatan uang yang sudah masuk digunakan untuk membeli mesin percetakan.

"Saya setuju dan dibuatkan nota jual beli yang ditandatangani di atas materai. Bahkan, Ayah sempat meminta uang lebih," katanya.

Arianto merasa bingung saat mertuanya justru menuduh dia mencuri mesin. Padahal, kata dia, sebelumnya sudah ada kesepakatan jual beli.

Bahkan, Muzakir mengancam akan melaporkan Arianto ke polisi atas tuduhan pencurian.

Baca juga: Kakek 72 Tahun di Bandung Dipenjarakan Menantu Sendiri Atas Tuduhan Penganiayaan, Ini Kronologinya

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved