Breaking News:

Sempat Tersinggung Gubernur Gorontalo Akhirnya Minta Maaf Pada Risma Usai Terima Pesan Menyentuh

Rupanya isi pesan WhatsApp (WA) dari Mensos Risma membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie minta maaf.

Editor: Mumu Mujahidin
kolase tribunnews
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 

TRIBUNCIREBON.COM - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akhirnya minta maaf kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo sempat tersinggung dengan perbuatan Risma yang mematahi anak buahnya terkait PKH.

Rupanya isi pesan WhatsApp (WA) dari Mensos Risma membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie minta maaf.

Apa yang membuat Rusli Habibie langsung luluh setelah menerima pesan WA Mensos Risma?

Rusli mengaku, setelah mendapatkan pesan tersebut langsung meminta maaf kepada mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu. 

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Menteri Sosial Tri Rismaharini
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Menteri Sosial Tri Rismaharini (kolase tribunnews)

Rusli sendiri sempat tersinggung setelah kejadian Mensos Risma marah-marah kepada seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Gorontalo. 

Video Mensos Risma marah-marah itu pun sempat viral hingga membuat Rusli angkat suara dan minta Presiden Jokowi menegur menterinya itu.  

Menurut Rusli, Risma telah menghubunginya setelah bersikap emosional kepada seorang koordinator PKH saat pemadanan data bantuan sosial di Gorontalo, Kamis (30/9/2021) lalu.

Berikut isi pesan WA Mensos Risma kepada Rusli Habibie. Dalam pesan singkat WhatsApp, Risma meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Saya juga sudah menerima WA dari Bu Menteri. Ibu (Risma) meminta maaf atas kejadian itu," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Jokowi Diminta Evaluasi Mensos Risma Usai Marah-marah di Gorontalo, Pengamat: Beban Presiden

Setelah itu, Rusli juga menyampaikan permintaan maaf kepada Mensos Risma atas komentar yang ia sampaikan.

"Saya juga sudah balas. Sebagai gubernur, saya juga minta maaf karena kalimat saya kurang berkenan kepada Ibu Menteri, mohon dimaafkan," ungkapnya.

Ia pun menegaskan, persoalan tersebut murni sebuah kesalahpahaman. Sehingga, dirinya meminta agar tidak ada pihak yang menggiring ke persoalan politik.

"Ini clear (jelas) bahwa hanya miskomunikasi, tidak ada unsur politiknya," tegas dia.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved