Breaking News:

Paksakan PTM? Sejumlah Siswa SMPN 1 Kramatmulya Kuningan Belajar di Musola, Gegara Kelas Rusak

Sejumlah siswa di SMPN 1 Kramatmulya, Kabupaten Kuningan terpaksa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di musala sekolah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kondisi kelas rusak SMPN 1 Kramatmulya. Kabupaten Kuningan, Senin (4/10/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sejumlah siswa di SMPN 1 Kramatmulya. Kabupaten Kuningan terpaksa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di musala sekolah.

Kondisi belajar di musala itu terjadi menyusul adanya sejumlah kelas yang mengalami kerusakan akibat lama tak digunakan.

Kondisi itu dibenarkan oleh Kepala SMPN 1 Kramatmulya, Samud yang diakuinya sudah langsung mendapat tindakan serius agar bisa segera digunakan selama masa PTM.

Baca juga: PTM di Jabar Sesuai Instruksi Pusat & Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Ridwan Kamil Bilang Begini

“Kerusakan pada ruang kegiatan belajar dan tidak bisa digunakan saat PTM. Terpaksa kami gunakan musala untuk kelas tertentu yang mengalami kerusakan,” ungkap Samud saat ditemui di sela kunjungan kerja Kwarcab Kuningan,Rana Suparman di sekolah setempat, Senin (4/10/2021).

Dijelaskan Samud, di sekolahnya ada 1 ruang kelas yang rusak berat dan dua kelas lainnya rusak ringan.

Secara teknik, kata dia mengaku bahwa kegiatan PTM ini belum dilakukan normal 100 persen.

Namun dalam kegiatan PTM ini bisa berjalan sesuai dengan arahan dan kebijakan Bupati.

Baca juga: Sekolah Sudah Dibuka untuk PTM, Kepala Dinkes Majalengka Tegaskan Belum Ada Klaster Sekolah

“Kuningan dalam penanganan Covid-19 ini masuk level II dan untuk PTM itu dilakukan baru 50 persen dari jumlah pelajar tiap kelasnya. Selian itu, PTM dilakukan dengan menggunakan sistim ganjil genap berdasarkan absen,” katanya.

Terpisah, hal serupa Kepala SDN Cilowa, Sri Ratna Wati mengatakan kerusakan bangunan sekolahnya itu ada sekitar 46 persen.

“Kerusakan itu seperti terlihat di bangunan bagian atas dan beberapa tembok kelas yang lembab hingga rusak seperti begitu,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved