Breaking News:

Warga Selenggarakan Ritual Kawin Cai, Panitia Sebut Itu Bukan Musyrik, Ini Arti Sebenarnya

Upacara adat warga Desa Babakmulya, Kecamatan Jalaksana, Kuningan Jawa Barat, melalui ritual Kawin Cai.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana Warga Saat Ritual Kawin Cai di Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Upacara adat warga Desa Babakmulya, Kecamatan Jalaksana, Kuningan Jawa Barat, melalui ritual Kawin Cai.

Ritual Kawin Cai dilaksanakan di kawasan Objek Wisata Balong Dalam desa setempat, diselenggarakan jauh dari pelaksanaan kegiatan pada sebelumnya.

"Untuk ritual Kawin Cai, kita selenggarakan ala kadarnya saja. Karena saat sekarang masih dalam masa Pandemi Covid19," kata Adik Sardi, aparat desa setempat, saat ditanya Tribuncirebon.com, di lokasi hajat setempat, Kamis (30/9/2021).

Adik menyebut ritual Kawin Cai ini bukan sebagai upaya kemusrikan dengan melibatkan banyak warga dari desa berbeda.

Acara ritual Kawin Cai ini sebagai upaya penyadaran pada masyarakat dalam meningkatkan nilai ibadah.

"Iya kita lakukan Kawin Cai bukan musyrik, tapi ini sebagai bentuk ibadah bersama atau lebih bersyukur. Atas limpahan rejeki melalui air yang berada di tempat ini," katanya.

Pelaksanaan Kawin Cai ini sebagai budaya turun menurun yang pernah dilakukan oleh para pendahulu. 

"Kegiatan Kawin Cai ini sudah ada sejak dulu, ramai disebut Kawin Cai itu pada tahun 2000 dan sebelumnya bernama ritual Mapag Cai," ungkapnya.

Di tempat sama, Jaja Abdurahman tokoh warga setempat mengatakan, pelaksanaan kegiatan Kawin Cai ini sebagai wujud syukur.

"Kawin Cai ini sebagi bentuk syukur, dalam melangsungkan Kawin Cai sebelumnya air di ambil dari mata air di Balong Dalem dan air dari tujuh sumur yang berada di objek wisata Cibulan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved