Breaking News:

Pemkab Indramayu Hormati Proses Hukum Korupsi yang Libatkan 2 Pejabat Dinas, Negara Rugi Rp 2 Miliar

Pemerintah Kabupaten Indramayu menghormati dugaan tindak pidana korupsi di RTH Jatibarang sesuai hukum yang berlaku

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun Indramayu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu menghormati dugaan tindak pidana korupsi di RTH Jatibarang sesuai hukum yang berlaku.

Dalam kasus tersebut melibatkan 2 pejabat Pemkab Indramayu dan sudah diamankan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ( Kejati Jabar).

Yakni, S selaku Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu dan BSM selaku Kepala Bidang Kawasan Pemukiman di DPKPP ditangkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Baca juga: Kepala DPKPP Indramayu dan Kabid Jadi Tersangka Korupsi RTH Alun-alun, Langsung Ditahan Kejati Jabar

Selain itu, Kejati Jawa Barat juga mengamankan dua orang lainnya dari pihak swasta sebagai tersangka, yakni PPP selaku Direktur Utama PT MPG dan N selaku pihak swasta atau makelar, total ada 4 orang yang tangkap.

Seperti diketahui kasus dugaan tindak pidana korupsi ini diketahui menelan kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.

Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun  Indramay
Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun Indramayu (TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman)

Kasus tersebut soal kegiatan pelaksanaan penataan ruang terbuka hijau kawasan Taman Alun-alun Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2019.

"Kami akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini," ujar Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim kepada Tribuncirebon.com, Kamis (20/9/2021).

Baca juga: Pejabat Utama DPKPP Indramayu Menghilang, Kantor Sepi Pasca-Ditangkapnya Kadis dan Kabid

Lucky Hakim mengatakan, setelah kejadian ini, pihaknya akan melakukan pembenahan.

Bupati Indramayu, disampaikan dia akan melakukan rapat koordinasi agar kasus dugaan tindak pidana korupsi tidak lagi melibatkan para pejabat di lingkungan Pemkab Indramayu.

Lucky Hakim menyampaikan, pembenahan ini sebenarnya sudah terus dilakukan sejak dirinya bersama Nina Agustina dilantik menjadi Wakil Bupati dan Bupati Indramayu.

Menurutnya, kejadian tersebut karena niat pribadi personal.

Ia pun sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi di Pemkab Indramayu.

Kepada pejabat lainnya, kata Lucky Hakim, kasus tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar tidak sampai terjadi lagi.

"Adanya kejadian ini (para pejabat) harus menjadikannya contoh untuk tidak melakukan hal tersebut," ujar dia.

Baca juga: Catat! Ini Waktu Pemeriksaan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Penataan RTH Alun-Alun Kabupaten Indramayu

Baca juga: Ada Pejabat Indramayu Kembali Terlibat Korupsi, Wabup Lucky Hakim Langsung Angkat Bicara Seperti Ini

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved