Breaking News:

Imbas Batal Ceramah di Cisewu, Jadwal Pengajian Ustaz Solmed di Sejumlah Tempat Terancam Dibatalkan

kini ramai pembatalan jadwal pengajian yang rencananya akan dihadiri Ustaz Solmed di beberapa tempat.

TRIBUNNEWS.COM
Ustaz Solmed 

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Setelah ramai soal batalnya pengajian Ustaz Solmed di Cisewu, Garut kini ramai pembatalan jadwal pengajian yang rencananya akan dihadiri Ustaz Solmed di beberapa tempat.

Ustaz Suwarna salah seorang yang mengkordinir jadwal tersebut mengatakan saat ini ada 100 jadwal yang rencananya akan digelar di sejumlah wilayah.

"Kejadian kemarin membuat khawatir panitia, mereka ketakutan karena udah 
viral," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis (30/9/2021).

Ia menjelaskan sudah memberi 125 jadwal pengajian kepada Ustaz Solmed dan ada 100 jadwal yang tengah menanti, bahkan menurutnya mereka sudah memberi down payment (DP).

"Saya sampe ditelponin sama panitia, yang 100 orang itu dari Cirebon, Subang, Karawang, saya coba jelaskan kepada mereka tapi mereka mundur dengan  sendirinya," ucapnya.

Suwarna menjelaskan dirinya telah bekerjasama dengan Ustaz Solmed dan sudah mengalami pembatalan secara sepihak hingga tiga kali.

"Pembatalan secara sepihak sudah tiga kalinya, pertama dia terlambat terlalu  jauh, yang kedua di Bogor dia enggak dateng, ketiga waktu di Cirebon dia 
terlambat," ungkapnya.

Menurutnya kejadian demo masyarakat terkait Ustaz Solmed tidak hanya terjadi di 
Cisewu.

Namun ia sempat disandera warga saat Ustaz Solmed datang terlambat di Cirebon.

"Jalur hukum ini sebagai bentuk peringatan jangan menyepelekan sebuah acara,  jangan memandang masyarakat kecil, dari sepele ternyata, kan, membuat jadi  besar, intinya jangan menyepelekan yang sudah direncanakan," ujarnya.

Salah satu pengurus masjid di Desa Sadu Soreang Kabupaten Bandung, Deni mengatakan pihaknya saat ini tengah mencari jalan keluar terkait pengajian yang akan mendatangkan Ustaz Solmed sebagai penceramahnya.

"Dari panitia masih mencari solusi jalan keluar yang bagus,"

"Kalo berkaca dari kejadian di Cisewu ya lebih baik dibatalkan, karena urusannya bukan dengan pribadi tapi dengan jamaah," ungkapnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis malam.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved