Breaking News:

Catat! Ini Waktu Pemeriksaan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Penataan RTH Alun-Alun Kabupaten Indramayu

Dua tersangka dugaan korupsi RTH Taman Alun-alun di Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2019 berinisial PPP dan N dijadwalkan menjalani pemeriksaan

Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun Indramay 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dua tersangka dugaan kasus korupsi Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Taman Alun-alun Indramayu Tahun Anggaran 2019 berinisial PPP dan N dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin 4 Oktober 2021.

PPP merupakan Direktur Utama PT. MPG, sedangkan N, selaku pihak swasta atau makelar meminta penangguhan pemeriksaan melalui kuasa hukumnya dengan alasan sakit.

"Pengacaranya bersurat meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan sakit, dijadwalkan hari Senin kembali diperiksa," ujar Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil, saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Kepala DPKPP Indramayu dan Kabid Jadi Tersangka Korupsi RTH Alun-alun, Langsung Ditahan Kejati Jabar

Dodi pun mengimbau kepada dua tersangka agar kooperatif dan tidak mencoba melarikan diri.

"Kita hargailah dia sakit juga kan, tapi kita tetap antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ini proses hukum yang harus dihormati," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Taman Alun-Alun di Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2019.

Empat tersangka itu berinisial S, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kabupaten Indramayu, BSM, Kepala Bidang Kawasan Pemukiman di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kabupaten Indramayu, PPP, Direktur Utama PT. MPG dan N, selaku pihak swasta atau makelar.

"Hari ini kami melakukan penahanan (tersangka) untuk perkara baru, perkara RTH Alun-Alun Kabupaten Indramayu," ujar Riyono, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, di Kantor Kejati Jabar, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Pejabat Utama DPKPP Indramayu Menghilang, Kantor Sepi Pasca-Ditangkapnya Kadis dan Kabid

Dari keempat tersangka, kata dia, baru S dan BSM yang langsung dilakukan penahanan seusai menjalani pemeriksaan sejak pagi tadi.

"Pada dua tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan yang kita titipkan ke rutan Polrestabes Bandung," katanya.

Sementara dua tersangka lain yakni PPP dan N, belum ditahan lantaran meminta pemunduran jadwal pemeriksaan dengan alasan sakit.

Riyono mengatakan, keempatnya ditetapkan tersangka karena merekayasa proses penataan taman sehingga tak sesuai dengan spesifikasi.

"Mulai dari proses pengadaan ada rekayasa pengadaan kemudian dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi, ini sudah kita periksa kemudian pembayaran 100 persen, padahal tidak sampai 100 persen," ujar Riyono.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved