Breaking News:

Ada Pejabat Indramayu Kembali Terlibat Korupsi, Wabup Lucky Hakim Langsung Angkat Bicara Seperti Ini

Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali tersandung kasus korupsi. Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim langsung angkat bicara.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali tersandung kasus korupsi.

Ada dua pejabat, yakni S selaku Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu dan BSM selaku Kepala Bidang Kawasan Pemukiman di DPKPP ditangkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Selain itu, Kejati Jawa Barat juga mengamankan dua orang lainnya dari pihak swasta sebagai tersangka, yakni PPP selaku Direktur Utama PT MPG dan N selaku pihak swasta atau makelar, total ada 4 orang yang tangkap.

Baca juga: Kepala DPKPP Indramayu dan Kabid Jadi Tersangka Korupsi RTH Alun-alun, Langsung Ditahan Kejati Jabar

Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun  Indramay
Kejati Jabar tetapkan 4 tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Penataan RTH Alun-Alun Indramayu (TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman)

Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim langsung angkat bicara.

Lucky Hakim mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kondisi tersebut karena melibatkan aparat birokrat.

"Kami dari pemda tentu menyayangkan hal ini karena masih tetap terjadi (korupsi) yang melibatkan aparat birokrat dan ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua sebenarnya, termasuk bagi seluruh Pemda di Indonesia," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (30/9/2021) 

Lucky Hakim menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah sering melakukan rapat koordinasi soal pencegahan korupsi di lingkungan Pemkab Indramayu.

Baca juga: Pejabat Utama DPKPP Indramayu Menghilang, Kantor Sepi Pasca-Ditangkapnya Kadis dan Kabid

Akan tetapi, kejadian tersebut masih tetap terjadi.

Ia berharap, pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Indramayu bisa mengambil pelajaran dari kasus tersebut agar tidak kembali terjadi.

"Karena ini yang paling dirugikan adalah masyarakat, tapi kembali lagi dampaknya juga merugikan diri sendiri kalau seperti ini. Kejadian ini harus menjadi pelajaran buat yang bersangkutan, untuk semuanya, termasuk untuk saya dan siapa pun," ujar dia.

Baca juga: Catat! Ini Waktu Pemeriksaan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Penataan RTH Alun-Alun Kabupaten Indramayu

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved