Breaking News:

7 Anggota Geng Motor Konvoi Bawa Senjata Tajam Sebelum Menganiaya Korban di Arjawinangun Cirebon

Satreskrim Polresta Cirebon meringkus tujuh anggota geng motor America yang menganiaya warga Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan barang bukti senjata tajam dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Satreskrim Polresta Cirebon meringkus tujuh anggota geng motor America yang menganiaya warga Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari, mengatakan, sebelum menganiaya korbannya para tersangka berkonvoi mengendarai sepeda motor.

Bahkan, menurut dia, para tersangka juga membawa senjata tajam saat konvoi di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Baca juga: 7 Anggota Geng Motor America Aniaya Warga Cirebon dengan Celurit 1 Meter & Gergaji Ditangkap Polisi

"Mereka sengaja konvoi sambil membawa senjata tajam dan bendera kelompok geng motornya," kata Rina Perwitasari saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/9/2021).

Ia mengatakan, saat konvoi itu tujuh tersangka tersebut tidak sengaja berpapasan dengan korban dan rekannya yang berboncengan mengendarai sepeda motor.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan barang bukti senjata tajam dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/9/2021).
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan barang bukti senjata tajam dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/9/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Kala itu, para tersangka langsung menganiaya dan mengeroyok korban menggunakan senjata tajam yang telah dibawanya.

Senjata tajam yang digunakan para tersangka untuk menganiaya korban ialah celurit yang panjangnya kira-kira lebih dari satu meter.

Selain itu, terdapat senjata seperti gergaji yang ukuran geriginya cukup besar dan panjangnya kira-kira hampir mencapai satu meter.

Baca juga: Ada Wanita Cantik Berkulit Putih di Deretan Anggota Geng Motor yang Disergap Polisi Kota Tasik

Akibatnya, korban yang merupakan warga Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itupun mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Saat ini, korban belum dapat beraktivitas normal karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar Rina Perwitasari.

Rina menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/9/2021) kira-kira pukul 02.30 WIB di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Tujuh anggota geng motor yang diamankan berinisial DH (17), ND (16), DR (17), DA (15), KS (16), DN (13), dan LL (16).

Dipicu Knalpot

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari, mengatakan, aksi penganiayaan dan pengeroyokan tersebut dipicu knalpot gerung-gerung.
Menurut dia, para tersangka yang berkonvoi tidak sengaja berpapasan dengan korban dan rekannya di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
"Saat itu, knalpot sepeda motor korban menggerung sehingga para tersangka tidak terima," ujar Rina Perwitasari saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/9/2021).
Ia mengatakan, gerungan knalpot sepeda motor itu membuat para tersangka emosi dan langsung menganiaya korban menggunakan senjata tajam.
Saat kejadian, rekan korban berhasil lolos dalam peristiwa nahas tersebut sehingga tidak mengalami luka serius.
Sementara korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya dari mulai dagu hingga leher, bahkan diketahui jari tangannya hampir putus.
Pihaknya mengakui korban dan tersangka sebenarnya tidak saling mengenal. Namun, knalpot gerung-gerung di sepeda motor korban membuat para tersangka tersinggung.
"Para pelaku langsung memukuli korban dan membacoknya menggunakan celurit yang dibawa saat konvoi," kata Rina Perwitasari.
Rina menyampaikan, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, di antaranya, tiga unit sepeda motor, senjata tajam, bendera geng motor America, dan lainnya.
Selain itu, para tersangka juga dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved