Breaking News:

Wacana Provinsi Cirebon Raya

Wakil Ketua DPRD Majalengka Ikut Menolak Wacana Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Ini Alasannya

Selain masih harus fokus dalam memulihkan kondisi ekonomi masyarakat, membicarakan pembentukan Provinsi Cirebon saat ini dianggap keluar dari konteks.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana 

Bupati Menolak Bergabung

Bupati Majalengka, Karna Sobahi menolak wacana dibentuknya Provinsi Cirebon.

Bahkan, ia telah berkomunikasi dengan dua kepala daerah lainnya demi batalnya pembentukan provinsi yang melibatkan seluruh daerah di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) tersebut.

"Saya dan Pa Acep (Bupati Kuningan) serta Wali Kota Cirebon sepakat dan berpendapat sama tetap berada di Jawa Barat, Pemprov Jabar. Sepakat tidak mewacanakan itu, kami fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Rakyat sehat, rakyat sejahtera,” ujar Karna, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Bupati Majalengka Mengaku Belum Tertarik Bahas Provinsi Cirebon Menjadi Provinsi Baru

Bupati Majalengka, Karna Sobahi
Bupati Majalengka, Karna Sobahi (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Karna menyatakan, ketidaktertarikannya untuk membicarakan Pembentukan Provinsi Cirebon.

Apalagi, jika Kabupaten Majalengka harus masuk dan bergabung dengan Provinsi Cirebon dengan beberapa alasan.

"Tidak ada alasan mendasar bagi Kabupaten Majalengka harus bergabung dengan Provinsi Cirebon, sebab perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kabupaten Majalengka sudah cukup besar," ucapnya.

Lebih jauh Karna mengatakan, baik keberpihakan anggaran yang selama ini dinilai cukup besar untuk mendukung berbagai program yang dilakukan Pemda Majalengka.

Serta, dukungan melalui pembangunan infrastuktur jalan dan bangunan, bantuan sosial, bantuan keuangan juga program lainnya melalui berbagai OPD.

“Dukungan dan perhatian yang diberikan  Pemprov Jabar sangat besar, tahun 2020 Jabar memberikan bantuan anggaran hingga lebih dari setengah triliun. Mencapai Rp 650 Miliar bantuan yang diberikan Pak RK. Tahun 2021 juga besar antara Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar. Nah kalau lepas dari Jabar, yang rugi rakyat saya,” jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved