Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Soal Pandemi Covid-19 Segera Berakhir yang Disebut Bos Vaksin, Menkes Pernah Beri Penjelasan Begini

Kapan pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak banyak orang.

Editor: dedy herdiana
Freepik
Ilustrasi virus - Kapan pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak banyak orang. Sejumlah ahli atau bos vaksin Covid-19 menyebutkan pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan virusnya akan menjadi virus biasa. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kapan pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak banyak orang.

Sejumlah ahli, atau bos vaksin Covid-19 menyebutkan pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan virusnya akan menjadi virus biasa.

Pandemi telah berlangsung hampir 2 tahun, dan kasus-kasus baru masih ditemukan.

Ada negara yang bahkan sudah memasuki gelombang ketiga dan keempat pandemi virus corona.

Lalu, sampai kapan pandemi akan terjadi?

Baca juga: Bos Vaksin Covid-19 Sebut Kehidupan Akan Segera Kembali Normal, Corona Akan Jadi Seperti Virus Biasa

Di Indonesia, meski kasus Covid-19 kini semakin menurun, pandemi masih belum berakhir.

Kompas.com, Kamis (23/9/2021), memberitakan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk terbiasa hidup dengan pandemi Covid-19.

Menurut dia, pandemi masih akan berlangsung sekitar lima tahun dari sekarang.

Hal itu dikatakan Budi dalam konferensi pers vaksinasi Covid-19 dosis ke-2 untuk 10.000 pekerja media di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis.

"Tidak ada pandemi yang selesai dengan waktu cepat. Paling pendek, setahu saya lima tahun, tapi ada yang puluhan tahun. Jadi kita harus belajar hidup dengan mereka," kata Budi.

Budi mengatakan, pemerintah akan terus mencari solusi untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memastikan semua orang telah divaksinasi dua dosis.

Setelah vaksinasi, masyarakat tetap tidak boleh euforia atau merasa senang berlebihan.

Protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak harus terus dilakukan.

Dia mengingatkan, masih ada potensi gelombang selanjutnya dari Covid-19.

Contohnya seperti terjadi di Israel dan Amerika Serikat.

Cakupan vaksinasi Covid-19 di negara itu sudah tinggi, tetapi masih ada kasus infeksi virus corona.

Bos Moderna prediksi pandemi terjadi hingga 2022 Kepala eksekutif Moderna Stephane Bancel memprediksi, pandemi corona bisa berakhir setahun lagi.

Hal itu disampaikannya ketika diwawancarai surat kabar Swiss, NZZ, Kamis (23/9/2021).

Dia optimistis, dengan perluasan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh industri selama 6 bulan terakhir, maka peroduksi vaksin akan cukup untuk semua orang di Bumi pada pertengahan tahun depan.

Selain itu, hingga batas tertentu, akan lebih banyak stok suntikan booster yang tersedia.

Bancel berharap, bahkan bayi juga bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19

Ketika ditanya apakah itu berarti tahun depan "kembali normal", ia memprediksinya demikian.

"Mulai hari ini, dalam setahun, saya berasumsi," kata Bancel kepada NZZ.

Tergantung negara-negara

Melansir Washington Post, Kamis (23/9/2021), prediksi Bancel akan menjadi kenyataan atau tidak, bergantung pada upaya negara-negara mempersempit kesenjangan antara negara kaya dan miskin.

Selama ini, negara-negara kaya menawar vaksin dengan harga tinggi dan negara-negara miskin bergantung pada sumbangan vaksin.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, ironi ketika sejumlah pemerintahan negara menimbun stok vaksin Covid-19 dan menyia-nyiakannya.

Sementara, orang-orang di negara lain masih menunggu dosis pertama mereka. Hampir 80 persen orang di negara-negara kaya di dunia telah menerima dosis pertama.

Tetapi, sebagian menghadapi kendala pasokan dan perusahaan biotek seperti Moderna menjual paling banyak dosis awal ke negara-negara kaya.

Tingkat vaksinasi dosis pertama turun menjadi 20 persen di negara yang lebih miskin. 

Co-creator vaksin Oxford-AstraZeneca, Sarah Gilbert, juga memprediksi bahwa Covid-19 akan berakhir seperti flu biasa.

Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford itu mengatakan, virus corona mungkin tidak akan bermutasi menjadi versi yang lebih mematikan dan kebal terhadap vaksin.

“Kami biasanya melihat bahwa virus menjadi kurang ganas karena lebih mudah beredar,” kata dia. 

Akan Jadi Virus Biasa

Sebelumnya, para ahli vaksin dilansir dari Intisari, menyatakan virus corona akan menjadi seperti virus biasa dan manusia akan kembali dalam kehidupan nornal.

Hal itu terungkap setelah para bos vaksin Covid-19 mulai buka suara mengenai kapan pandemi akan segera berakhir.

Beberapa CEO, dan perusahaan Pfizer dan Moderna berani sebut pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Bahkan penemu vaksin AstraZeneca juga mengatakan bahwa virus corona ini sudah mulai melemah dan di masa depan tak perlu ditakutkan lagi.

CEO perusahaan farmasi Pfizer, AS yang berbasis di New York, pada 26 September berbicara tentang kapan kehidupan dapat kembali normal di tengah penyebaran global epidemi Covid-19.

"CEO Moderna baru-baru ini berbicara tentang berakhirnya pandemi dalam setahun. Apakah Anda setuju dengan ini?" pembawa acara ABC bertanya kepada CEO Pfizer Albert Bourla.

"Saya setuju. Saya pikir kita akan kembali ke kehidupan normal dalam setahun," kata Bourla. 

"Saya tidak berpikir itu berarti strain baru tidak akan muncul atau dapat hidup normal tanpa vaksinasi. Itu masih harus dilihat" tambahnya.

Skenario yang paling mungkin, kata CEO Pfizer, adalah bahwa setiap orang Amerika membutuhkan vaksinasi tahunan, seperti suntikan flu musiman, untuk melindungi diri mereka sendiri selama setahun.

"Karena virus ini menyebar ke seluruh dunia, saya pikir kita masih akan melihat varian baru muncul. Kami akan memiliki vaksin untuk ini," kata Bourla.

"Orang yang tidak divaksinasi secara alami kebal, karena strain Delta sangat menular. Dengan cara ini, kita akan berakhir dalam situasi seperti flu," katanya.

"Anda bisa divaksinasi dan menghabiskan musim dingin dengan damai, atau tidak divaksinasi dan risiko tertular virus, bahkan mungkin dirawat di rumah sakit," ujar Bancel.

Tak hanya itu saja, penemu vaksin Astra Zeneca, Dame Sarah Gilbert, juga mengatakan virus corona akan menjadi seperti virus flu biasa di masa depan.

Adapun virus corona akan menjadi kurang ganas saat menyebar di populasi manusia.

"Tidak ada alasan untuk berpikir kita akan memiliki Covid-19 versi 2 lebih ganas, pada akhirnya virus ini akan menjadi virus biasa yang menyebabkan flu," kata Prof Sarah.

Sementara itu, saat ini berbagai macam vaksin Covid-19 juga sudah ditemukan dan digunakan.

Pfizer saat ini adalah satu-satunya perusahaan dengan vaksin Covid-19 yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS untuk suntikan ketiga bagi orang berusia di atas 65 tahun dan berisiko tinggi.

Saat ini ada sekitar 183 juta orang Amerika yang divaksinasi penuh.

Tetapi jumlah orang yang divaksinasi musim panas ini di AS telah turun secara signifikan.

Ini mendorong pemerintah federal untuk memperkenalkan kembali beberapa langkah pencegahan epidemi seperti wajib memakai masker dan sertifikat kartu hijau.

Baca juga: Bos Vaksin Covid-19 Bilang Pandemi Sebentar Lagi Berakhir, Kelemahan Corona Sudah Ketahuan Nih

Baca juga: Pantas Bos Vaksin Covid-19 Bilang Pandemi Segera Berakhir, Ternyata Kelemahan Corona Sudah Ketahuan

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/24/143200465/kapan-pandemi-covid-19-akan-berakhir-?page=all.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved